Pasangan selebriti El Rumi dan Syifa Hadju belakangan bikin heboh jagat maya usai memamerkan potret prewedding mereka menjelang hari pernikahan.
Tak tanggung-tanggung keduanya tampil bak raja dan ratu dalam balutan adat Sulawesi, tepatnya Gorontalo.
Ya, foto-foto prewedding itu dibagikan Syifa sejak Sabtu (4/4/2026) petang. Pemilihan busana adat Gorontalo tentu bukan tanpa alasan. Syifa Hadju yang lahir pada 13 Juli 2000 di Jakarta diketahui memiliki darah Gorontalo dari sang ibu, Shendy Hadju.
Dalam foto-foto tersebut, El Rumi dan Syifa Hadju tampil elegan dengan busana bernuansa merah cerah yang dipadukan dengan aksen emas, menciptakan kesan mewah dan berkelas.
Melengkapi unggahan prewedding tersebut, Syifa juga membuat semacam syair dengan bahasa daerah khas Gorontalo.
“Tolipu lopohalaa. Hulondalo lipuu. Pilo potuwawu liyo. Hilawo to bandha puluwa duwa nuru. To wombu ulai ubuwa. Mohala’o mo humbuwa,” demikian caption dalam unggahan Syifa Hadju, dikutip Minggu (5/4/2026).
Di bawahnya, Syifa menambahkan, “In the land of Gorontalo, two hearts begin a promise meant to last forever,” yang bermakna: Di tanah Gorontalo, dua hati memulai janji yang dimaksudkan untuk bertahan selamanya.
Sontak saja, unggahan itu langsung diserbu warganet yang tampak membanjiri kolom komentar Instagram Syifa.
Tak sedikit dari warganet hingga kalangan selebritas memuji penampilan keduanya dalam sesi foto prewedding tersebut.
“Wanita Sulawesi pride,” tulis sosok yang diketahui sebagai teman dekat Syifa yakni Jovanka Alexandra.
“Masha Allah kak. Semoga selalu Allah lancarkan segalanya ya, sehat selalu sayang,” timpal akun warganet @selynovitas.
Selain warganet, rupanya aktris kenamaan sekaligus Ibu El Rumi, Maia Estianty sempat membubuhkan komentar. Disamping memberi pujian, istri dari Irwan Musry itu juga berkelakar agar sang putra dan calon istri memberitahu kapan pernikahan keduanya berlangsung.
“Ah enggak sabar. Kapan sih nikahnya? Masyaallah cantik dan ganteng,” tuturnya.
Seperti diketahui, pada busana perempuan atau Bili’u, Syifa Hadju mengenakan baju kurung berlengan panjang dengan detail sulaman emas yang menghiasi hampir seluruh permukaan kain. Busana tersebut dipadukan dengan rok panjang senada yang semakin memperkuat nuansa adat yang anggun.
Bagian yang paling mencolok adalah hiasan kepala bernama Tuhi-tuhi, sebuah mahkota tinggi berwarna emas dengan tujuh cabang melengkung yang dihiasi detail ukiran halus.
Di bagian dada, terdapat perhiasan besar berbentuk lempengan emas berlapis yang menutup area kerah hingga perut, serta ikat pinggang emas tebal yang melingkari pinggang untuk mempertegas silaturahmi busana tersebut.
Sementara itu, pakaian pria atau Makuta yang dikenakan El Rumi terdiri dari setelan jas tertutup dan celana panjang berwarna merah polos dengan aksen sulaman emas pada bagian kerah, ujung lengan, dan bukaan baju.
Di bagian kepala, ia mengenakan penutup kepala khas yang disebut Makuta. Penutup kepala itu berbentuk kaku, menjulang tinggi dan melengkung ke arah belakang dengan detail payet emas.













