Utang Whoosh Bikin KAI Rugi Triliunan, Bos Danantara: Ini Peninggalan yang Harus Dibereskan

Diana Medium.jpeg

Sabtu, 1 Agustus 2026 – 17:04 WIB

Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) sekaligus COO BPI Danantara, Dony Oskaria. (Foto: Inilah.com/Diana).

Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) sekaligus COO BPI Danantara, Dony Oskaria. (Foto: Inilah.com/Diana).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) alias Whoosh hingga hari ini masih membebani para pemegang saham, termasuk PT Kereta Api Indonesia (Persero).

Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) sekaligus COO BPI Danantara, Dony Oskaria, meminta semua pihak untuk tetap sabar menunggu penyelesaian utang.

“Jadi teman-teman perlu tahu ya, mesti dilihat perspektif yang lebih luas mengenai BUMN. Kami yang baru ini sebenarnya menyelesaikan problem-problem yang ada,” kata Dony di kawasan Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, dikutip Sabtu (1/8/2026).

Ia menyebut bahwa permasalahan seputar utang Whoosh sudah ada jauh sebelum dirinya menjabat. Oleh karena itu, kini timnya tentu memerlukan waktu.

“Itu kan peninggalan yang harus dibereskan pada saat ini. Jadi sabar, satu-satu, saya juga punya keterbatasan energi, keterbatasan waktu. Satu-satu kita rapikan,” ungkapnya.

Selain menghadapi utang Whoosh, ia menjelaskan bahwa Danantara juga tengah menangani masalah keuangan PT Pos Indonesia (Persero) dan PT Adhi Commuter Properti (ADCP) Tbk.

Dalam kesempatan yang sama, dirinya juga belum bisa membeberkan seperti apa skema pembenahan utang kereta cepat yang akan dijalankan pemerintah. Namun, dia memastikan akan ada rencana pengambilalihan megaproyek tersebut.

“Insyaallah kemungkinan akan dilakukan dengan pola demikian (di-take over pemerintah), akan dihibahkan. Karena itu maksud saya satu-satu kita bereskan. Mudah-mudahan dalam beberapa minggu ini akan segera beres,” tandasnya.

Sebagai informasi, berdasarkan laporan keuangan konsolidasian interim PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2026, PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) sebagai pemegang saham langsung KCIC mencatatkan kerugian bersih sebesar Rp5,13 triliun.

Angka tersebut melebihi total kerugian sepanjang tahun 2025 senilai Rp4,99 triliun yang mengindikasikan laju pembengkakan rugi yang jauh lebih cepat dari tahun sebelumnya.

Sebagai pemegang saham mayoritas PSBI dengan porsi kepemilikan 58,53 persen, KAI harus turut menanggung beban terbesar dari kerugian ini. Bahkan pada semester pertama 2026 ini, PT KAI (Persero) membukukan rugi bersih PSBI/Whoosh yang ditanggung perseroan sebesar Rp3 triliun.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang