Sandy Pas Band Ungkap Penyesalan Terbesar Setelah Trisno Wafat, Apa Itu?

Sabtu, 1 Agustus 2026 – 21:41 WIB

Sandy Pas Band. (Foto: Instagram/@sandypasband_).

Sandy Pas Band. (Foto: Instagram/@sandypasband_).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Kepergian Bambang Sutrisno atau Trisno, bassist Pas Band, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan para personel band yang telah menemaninya berkarya selama bertahun-tahun. 

Trisno meninggal dunia pada Sabtu (1/8/2026) di RS Hermina Bandung dalam usia 56 tahun setelah menjalani perawatan intensif akibat gagal ginjal.

Kabar duka tersebut pertama kali disampaikan oleh Sandy Andarusman melalui akun Instagram pribadinya, @sandypasband_. Dalam unggahannya, ia mengabarkan bahwa Trisno mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 14.30 WIB.

Di balik kabar duka itu, Sandy menyimpan penyesalan yang hingga kini masih membekas. Ia mengaku gagal menemui sang sahabat untuk terakhir kalinya.

Kaget Terima Kabar Duka Trisno

Saat ditemui di kediamannya di kawasan Depok, Jawa Barat, Sandy mengaku sedang beristirahat setelah bekerja ketika kabar meninggalnya Trisno masuk ke grup WhatsApp Pas Band.

Momen itu menjadi salah satu yang paling berat baginya. Ia tak menyangka pesan yang diterimanya justru menjadi kabar perpisahan dengan sahabat yang telah lama menemaninya bermusik.

“Dan tadi jam 14.30 tanggal 1 Agustus, saya lagi tidur karena habis kerja juga, di grup WhatsApp Pas Band,” ujar Sandy.

Penyesalan Terbesar

Sandy mengungkapkan bahwa sebenarnya ia sudah berencana berangkat ke Bandung pada pagi hari untuk menjenguk Trisno. Namun karena kelelahan, ia memilih beristirahat lebih dulu. Keputusan itulah yang kini paling ia sesali.

Ia hanya sempat sekali menjenguk Trisno selama dirawat di rumah sakit. Bahkan, menurut Sandy, sahabatnya itu sempat ingin menyampaikan sesuatu kepadanya, tetapi kondisi kesehatan Trisno sudah tidak memungkinkan untuk berbicara.

“Saya sudah mau ke Bandung tadi pagi. Tapi capek, butuh istirahat, istirahat dulu deh. Itu yang nyesel banget sih, cuma nengok sekali di rumah sakit, dan dia ingin ngomong sesuatu sama saya dan nggak bisa, akhirnya jadi kejang,” tutur Sandy.

Selama menjalani perawatan, Sandy sebenarnya sempat meminta keluarga agar membatasi jumlah orang yang datang menjenguk Trisno. Menurutnya, kondisi sang bassist saat itu lebih membutuhkan waktu untuk beristirahat.

Meski Trisno terlihat senang setiap kali didatangi teman-temannya, Sandy menyadari bahwa terlalu banyak interaksi justru membuat kondisi fisiknya semakin lemah. Bahkan setiap kali diajak berbincang terlalu lama, Trisno kerap mengalami kejang.

“Makanya saya kasih masukan ke keluarga, ‘Udah, Trisno ini butuh istirahat banget. Jangan kasih akses terlalu banyak orang untuk besuk karena dia memang butuh istirahat banget.’ Tapi kalau dia kedatangan temen-temen tuh happy gitu. Happy, tapi dia butuh istirahat. Diajak ngobrol, kejang. Kan kalau pada saat dia kejang kan ngeri, kejadian apa-apa gitu,” lanjutnya.

Sementara itu, melalui akun Instagram @pasband.id, pihak keluarga mengumumkan bahwa jenazah Trisno disemayamkan di Jalan Babakan Garut No. 406/120, Laswi, Bandung. Almarhum dijadwalkan dimakamkan pada Minggu, 2 Agustus 2026 pukul 10.00 WIB di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cikutra, Bandung.

Sandy dan rekan-rekannya juga akan berangkat untuk menghadiri pemakaman. “Iya, wajib lah,” tutup Sandy.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang