Kendati kerap dipandang sebelah mata, industri perjudian global terbukti tak bisa diremehkan. Sektor hiburan ini terus mencetak nilai fantastis dan menunjukkan pemulihan yang sangat cepat pasca-terpukul pandemi. Riset mendalam dari H2 Gambling Capital menegaskan bahwa bisnis kasino, lotre, taruhan olahraga, hingga platform judi online adalah mesin uang raksasa yang bergerak senyap.
Pertumbuhan gila-gilaan ini ditopang oleh beberapa faktor krusial: urbanisasi masif, meningkatnya akses internet, legalisasi judi online di berbagai yurisdiksi, kolaborasi agresif operator judi dengan klub-klahraga global, hingga kemudahan akses melalui mobile gaming. Tak main-main, pada tahun 2021 saja, nilai pasar kasino dan judi online global sudah menembus US$231 miliar, atau setara dengan Rp3.696 triliun.
Dengan proyeksi pasar judi online saja akan melewati US$114 miliar sebelum tahun 2030, industri ini jelas menjadi salah satu sektor hiburan paling besar dan menguntungkan di dunia. Lantas, negara mana saja yang paling banyak meraup cuan dari ‘bisnis risiko’ ini?
Berikut adalah 10 negara dengan pendapatan kotor perjudian (gambling gross win) terbesar di dunia, berdasarkan data H2 Gambling Capital:
1. Amerika Serikat (AS): Raja Mutlak Pasar Judi (US$119 Miliar)
Tak ada yang menandingi hegemoni AS. Dengan pendapatan US$119 miliar (sekitar Rp1.904 triliun), AS memimpin industri judi global. Legalitas taruhan olahraga yang telah merambah 50 negara bagian menjadi motor lonjakan pendapatan. Belum lagi Las Vegas, rumah bagi kasino raksasa dunia seperti Cosmopolitan, Foxwoods, hingga WinStar World Casino.
2. China: Pasar Gelap Bernilai Fantastis (US$70 Miliar)
Meski pemerintah Beijing melarang sebagian besar aktivitas judi secara ketat, pasar gelap di China tetap berkembang pesat, terutama didorong oleh permainan tradisional seperti Mahjong dan aktivitas judi ilegal. Judi online sendiri mencatat nilai transaksi tinggi dan diprediksi melonjak dari US$9,2 miliar pada 2021 menjadi US$14,7 miliar pada 2027.
3. Jepang: Kekuatan Pachinko (US$50 Miliar)
Jepang berada di posisi ketiga, didominasi oleh permainan pachinko. Meskipun regulasinya ketat, pasar pachinko saja sudah bernilai raksasa, mencapai US$200 miliar. Jepang juga mengizinkan taruhan terbatas pada balap kuda dan olahraga tertentu.
4. Italia: Historis dan Agresif (US$20 Miliar)
Negeri pizza ini punya sejarah panjang dengan judi, bahkan permainan seperti Baccarat dan sistem roulette Fibonacci berasal dari sini. Pelonggaran regulasi sejak 2008 membuat industri judi Italia tumbuh pesat, menjadikan Milan dan Venesia sebagai hub kasino utama di Eropa.
5. Inggris: Juara Judi Online Eropa (US$19 Miliar)
Industri judi Inggris bangkit cepat pasca-pandemi. Uniknya, separuh pendapatan pasar Inggris datang dari judi online. Negara ini menjadi rumah bagi operator judi dan kasino besar seperti Aspers Casino dan Hippodrome Casino.
6. Australia: Budaya Judi yang Mengakar (US$18 Miliar)
Australia dikenal memiliki budaya judi yang sangat kuat. New South Wales tercatat memiliki jumlah kasino terbanyak. Mesin slot (pokies) dan taruhan olahraga, khususnya selama ajang Australian Open dan Ashes, menjadi penyumbang pendapatan terbesar.
7. Jerman: Pasar Bebas Baru Eropa (US$16 Miliar)
Pasca-liberalisasi regulasi Gaming Law, Jerman membuka pintu bagi operator swasta. Negara ini kini menampung lebih dari 400 fasilitas perjudian. Kasino besar di Duisburg, Baden-Baden, dan Hamburg menjadikan Poker sebagai permainan favorit lokal.
8. Kanada: Demam Lotre dan Hoki (US$14 Miliar)
Diperkirakan 75 persen orang dewasa di Kanada pernah berjudi. Lotre adalah bagian tak terpisahkan dari budaya populer mereka. Selain itu, taruhan olahraga –terutama hoki es dan ajang musim dingin– turut mendorong peningkatan pendapatan.
9. Prancis: Kasino Premium (US$13 Miliar)
Prancis adalah salah satu pusat judi terbesar di Eropa dengan lebih dari 300 kasino. Paris dan Cannes dikenal dengan kasino premiumnya. Pasar taruhan olahraga menguat berkat event global seperti French Open dan Tour de France.
10. Korea Selatan: Surga Turis Judi (US$11 Miliar)
Korea Selatan melengkapi daftar 10 besar. Meskipun regulasi lokal sangat ketat bagi warganya sendiri, negara ini membuka beberapa kasino khusus untuk turis dan ekspatriat. Pasar terdiri dari kasino, lotre, hingga taruhan olahraga, dengan Seoul dan Jeju sebagai destinasi favorit wisatawan.













