Hasil jajak pendapat terbaru dari John Smith Centre, Universitas Glasgow, mengungkap 51 persen pemuda Inggris enggan angkat senjata. (Ilustrasi: Inilah.com/AI)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Angin kelesuan patriotisme tengah berembus kencang di Britania Raya. Hasil jajak pendapat terbaru dari John Smith Centre, Universitas Glasgow, menunjukkan mayoritas generasi muda Inggris enggan angkat senjata membela negaranya jika konflik militer pecah di masa depan.
Laporan yang dirilis pada Rabu (22/4/2026) ini mengungkap fakta mengejutkan: sebanyak 51 persen responden berusia 16 hingga 29 tahun secara tegas menyatakan tidak siap bertempur. Sebaliknya, hanya 38 persen yang bersedia menjalani dinas militer, itu pun dengan catatan ‘dalam kondisi tertentu’.
Jurang Persepsi dan Syarat Militer
Angka 51 persen ini menjadi alarm keras bagi London. Ketidaksiapan ini mencerminkan adanya pergeseran nilai yang signifikan di kalangan Gen Z dan Milenial Inggris. Dari sedikit kelompok yang menyatakan siap (38 persen), mereka pun tidak memberikan cek kosong. Kesiapan mereka sangat bergantung pada situasi geopolitik dan alasan konflik yang mendasarinya.
Survei yang melibatkan 2.051 responden pada April 2026 ini menunjukkan bahwa narasi bela negara tradisional tidak lagi cukup kuat untuk menggerakkan massa muda di Inggris.
Polarisasi Politik: Kanan Siap, Hijau Menolak
Data penelitian ini juga menyoroti adanya korelasi tajam antara pilihan politik dengan tingkat nasionalisme. Pendukung partai beraliran kanan, Reform UK, tercatat sebagai kelompok paling patriotik. Sebanyak 50 persen dari mereka menyatakan kesediaan bertugas dalam situasi tertentu.
Kondisi sebaliknya terjadi di kubu progresif. Pendukung Partai Hijau mencatatkan tingkat kesediaan paling rendah, yakni hanya 28 persen. Perbedaan mencolok ini memperlihatkan betapa isu pertahanan nasional kini telah terpolarisasi secara politik di tingkat akar rumput.
Alarm bagi Pertahanan Nasional
Para analis menilai temuan ini sebagai ancaman serius bagi kekuatan personel militer Inggris dalam jangka panjang. Di tengah tensi global yang kian memanas, ketidaktertarikan generasi muda pada dunia militer dapat memperlemah posisi tawar Inggris di panggung internasional.
Pemerintah Inggris kini dihadapkan pada tantangan besar: bagaimana merekonstruksi narasi nasionalisme yang relevan bagi anak muda, atau menghadapi krisis personel yang bisa melumpuhkan sistem pertahanan negara.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.













