Wasit Piala Dunia 2026 asal Somalia, Omar Artan, ditolak masuk AS karena dituduh terkait jaringan teroris. Ia sempat diinterogasi 11 jam di bandara Miami. (Foto: EPA)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Ketika satu pintu tertutup, pintu lain yang lebih megah terbuka. Itulah yang dialami oleh wasit terbaik Afrika asal Somalia, Omar Artan. Hanya selang 72 jam setelah mimpinya hancur berkeping-keping akibat dideportasi oleh otoritas imigrasi Amerika Serikat jelang Piala Dunia 2026, Artan justru mendapat durian runtuh dari daratan Eropa.
Badan Sepak Bola Eropa (UEFA) secara resmi menunjuk Omar Artan untuk memimpin laga UEFA Super Cup yang mempertemukan juara Liga Champions Paris Saint-Germain (PSG) melawan kampiun Liga Europa Aston Villa. Laga pembuka tirai musim Eropa tersebut dijadwalkan berlangsung pada 12 Agustus mendatang di Salzburg, Austria.
Tamparan Halus UEFA untuk Amerika Serikat dan FIFA
Keputusan UEFA ini diambil setelah berdiskusi intens dengan Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) dan jelas terlihat sebagai “tamparan halus” terhadap kebijakan AS serta sikap lepas tangan FIFA. Dengan penunjukan ini, Artan akan mencetak sejarah sebagai wasit non-Eropa pertama yang memimpin laga penuh gengsi tersebut.
Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, tak segan memberikan pujian setinggi langit untuk sang pengadil lapangan. “Omar Artan adalah wasit muda yang sangat baik namun sudah berpengalaman, yang telah membuktikan dirinya di level kompetisi tertinggi Konfederasi Sepak Bola Afrika,” ujar Ceferin.
Seolah menyindir insiden di Miami, Ceferin menambahkan, “Sepak bola diciptakan untuk menghubungkan orang-orang, dan UEFA ingin menunjukkan rasa hormatnya kepada Omar dan keterampilan memimpinnya yang luar biasa, yang telah membuatnya mendapatkan nominasi bergengsi ini.”
UEFA juga memastikan telah berkoordinasi dengan Asosiasi Sepak Bola Austria. Berbeda drastis dengan perlakuan aparat di Bandara Miami, UEFA sangat yakin Artan tidak akan menemui kendala keamanan sama sekali saat mendarat di bandara Salzburg.
Mimpi Piala Dunia yang Dirampas
Sebelumnya, Omar Artan yang menyandang gelar Wasit Pria Terbaik CAF 2025 dan telah masuk daftar internasional FIFA sejak 2018, seharusnya menjadi orang Somalia pertama yang memimpin laga putaran final Piala Dunia.
Nahas, meski mengantongi paspor diplomatik dan visa AS yang sah, ia ditolak masuk. Seorang pejabat AS membeberkan bahwa Artan dilarang masuk karena tudingan “berafiliasi dengan terduga anggota organisasi teroris.”
Artan sempat bercerita kepada The New York Times betapa ia diinterogasi habis-habisan oleh petugas perbatasan terkait kelompok militan Al-Shabab. Padahal, ia mengaku sama sekali tak tahu-menahu soal kelompok tersebut.
“Saya punya dokumen yang sah dan semuanya lengkap. Saya punya visa yang benar,” keluh Artan. “Saya hanyalah seorang wasit yang mencoba mewujudkan mimpinya, impian terbesar dalam hidup saya, untuk datang ke Piala Dunia.”
Kini, meski mimpinya di Amerika Utara kandas karena paranoia keamanan era Donald Trump, Omar Artan akan mendapatkan panggung dan penghormatan yang pantas di jantung benua Biru.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.













