Penerbang tempur sekaligus penerbang uji dari TNI Angkatan Udara (AU), Kolonel Pnb Muhammad Mammoth Sugiyanto, sukses uji perdana pesawat jet tempur KF-21 produksi nomor 4 di Pangkalan Udara Sacheon, Korea Selatan, 16 Mei 2023. (Foto: Dok. Dispen AU)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Rencana penguatan alutsista udara nasional memasuki babak baru. Otoritas produsen dirgantara asal Korea Selatan (Korsel), Korea Aerospace Industries (KAI), menyatakan bahwa penyerahan satu unit pesawat prototipe (prototype) jet tempur canggih KF-21 kepada Pemerintah Indonesia kini tinggal menunggu penyelesaian teknis terkait mekanisme transfer.
Team Leader International Business Development Asia Team 2 KAI, Park Seong-hee, menegaskan bahwa kedua pemerintah sebenarnya telah mencapai kesepakatan bulat untuk menyerahkan satu unit pesawat uji coba tersebut ke Tanah Air. Langkah ini menjadi bukti komitmen berkelanjutan dari megaproyek kerja sama pertahanan kedua negara sahabat.
“Saat ini, kedua pemerintah sedang membahas mekanisme transfer tersebut, terutama terkait aspek teknologi dan jadwal pelaksanaannya,” kata Park saat memberikan keterangan resmi di fasilitas produksi KAI di Sacheon, Korea Selatan, seperti dikutip Jumat (12/6/2026).
Warisan Diplomasi Pertahanan Prabowo Subianto
Proyek pengembangan pesawat tempur masa depan ini memiliki sejarah diplomasi yang panjang dan intens. Park menyampaikan bahwa program KF-21 ini sejatinya telah dibahas secara mendalam sejak Presiden Prabowo Subianto masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan RI, dan hingga kini terus dikawal sebagai bagian dari pilar kerja sama strategis bilateral.
Pembahasan mengenai kelanjutan proyek prestisius tersebut juga berlangsung sangat konstruktif saat Presiden Prabowo melakukan kunjungan kerja resmi ke Korea Selatan pada April lalu. Pertemuan tingkat tinggi kala itu berhasil mengurai sejumlah sumbatan komunikasi.
“Program ini berjalan dengan baik, dan saat ini kami sedang menyelesaikan kontraknya,” tambah Park.
Ia memproyeksikan bahwa sebagian besar syarat serta ketentuan kerja sama telah disepakati dan pihak KAI berharap proses finalisasi kontrak dapat segera diselesaikan dalam waktu dekat.
Tak berhenti pada unit prototipe, perusahaan dirgantara raksasa itu juga menargetkan bisa menyerahkan 16 unit pesawat tempur KF-21 siap tempur kepada Indonesia pada tahap berikutnya, sesuai dengan cetak biru kerja sama yang telah ditandatangani bersama.
Kontribusi Lunas, RI Bersiap Amankan Jet Tempur Multiperan
Lampu hijau dari pihak KAI ini mempertegas pernyataan diplomatik Jakarta sebelumnya. Duta Besar RI untuk Korsel Cecep Herawan sempat menyatakan bahwa Indonesia telah menuntaskan seluruh kewajiban pembayaran kontribusinya dalam proyek bersama pengembangan KF-21 Boramae, dan kini giliran Indonesia menunggu realisasi penyerahan fisik pesawat tersebut.
“Prototipe dari enam pesawat KF-21 itu sudah disepakati dan akan diserahkan ke Indonesia, satu dari enam prototipe tersebut. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa terealisasikan,” kata Cecep saat ditemui di Kedutaan Besar RI di Seoul, Selasa (9/6/2026) lalu.
Sebagai informasi, KF-21 dirancang dan dikembangkan sebagai pesawat tempur modern multiperan (multirole) untuk memenuhi kebutuhan operasi taktis masa depan Angkatan Udara Korea Selatan (ROKAF) serta negara mitra.
Bagi Seoul sendiri, program ini ditujukan untuk menggantikan armada jet tempur legendaris F-4 dan F-5 yang telah menua dimakan usia, sekaligus memperkuat otot industri pertahanan dalam negeri Korea Selatan.
Menurut jadwal resmi KAI, pengiriman pertama armada pesawat KF-21 untuk memperkuat ROKAF ditargetkan mulai berjalan pada September 2026 mendatang.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.









