Sensasi Ngopi di Tebing 200 Meter: Antara Adrenalin, Vertigo dan Keindahan Alam

Ikhsan Medium.jpeg

Sabtu, 7 Februari 2026 – 08:59 WIB

Kafe di tepi tebing di wilayah Libo, Provinsi Guizhou, China barat daya. (Foto: Xinhua)

Kafe di tepi tebing di wilayah Libo, Provinsi Guizhou, China barat daya. (Foto: Xinhua)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Bagi sebagian orang, menikmati secangkir kopi adalah ritual ketenangan di dalam ruangan yang nyaman. Namun, di wilayah Libo, Provinsi Guizhou, China, menyeruput kopi adalah urusan nyali. Di sini, sebuah kafe menggantung ekstrem di tebing setinggi 200 meter, menawarkan sensasi vertigo bagi mereka yang cukup berani untuk memanjat.

Bukan sekadar duduk manis, pengunjung harus melakoni pendakian via ferrata selama 30 menit demi mencapai platform kayu kafe tersebut. Dengan kanopi hutan lebat di bawah kaki dan bunyi logam karabiner yang beradu, pengalaman ini mengubah cara menikmati kopi menjadi sebuah petualangan imersif.

Tren ‘Coffee Plus’: Menjual Pengalaman, Bukan Sekadar Rasa 

Mengutip Xinhua, Sabtu (7/2/2026), kafe ekstrem ini adalah buah pikiran Ren Peng. Mantan praktisi industri pariwisata tradisional ini menyadari bahwa pelancong zaman sekarang tidak lagi puas dengan hanya melihat pemandangan dari jauh. Mereka mendambakan pengalaman yang menantang adrenalin.

“Kami ingin menawarkan sesuatu yang tidak biasa dan mengubah ritual ngopi menjadi sebuah petualangan,” ujar Ren.

Hasilnya luar biasa. Sejak dibuka pada 2019, kafe ini bertransformasi dari tempat kecil bagi para pendaki menjadi fenomena viral. Kini, kafe tersebut mampu melayani hingga 150 tamu per hari. Pada liburan Hari Nasional China 2025, jumlah pengunjung bahkan melonjak 40 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Dari Gua Karst hingga Jembatan Tertinggi Dunia 

Fenomena ini memicu tren ‘Coffee Plus’ di seluruh pegunungan Guizhou. Para pengusaha lokal mulai kreatif menyulap lanskap dramatis menjadi ruang konsumsi unik:

Xiu Cafe (Kopi di Dalam Gua): Terletak di wilayah Xiuwen, kedai kopi ini dibangun di dalam gua karst alami. Dengan pencahayaan hangat di antara stalaktit, aroma kopi berpadu dengan udara sejuk gua. Selain kopi, tempat ini menawarkan aktivitas selancar dayung hingga tur pendakian gua, dengan omzet menembus 1 juta yuan pada akhir 2025.

Kafe Jembatan Huajiang: Dibuka di bawah dek Jembatan Ngarai Besar Huajiang—jembatan tertinggi di dunia yang menjulang 625 meter di atas sungai. Pengunjung dapat naik lift wisata selama satu menit untuk menikmati latte dengan pemandangan ngarai yang luar biasa.

Ekonomi Kopi yang Terus Melambung 

Langkah berani para pengusaha di Guizhou ini didorong oleh konsumsi kopi di China yang tumbuh rata-rata 15 persen per tahun sejak 2010. Guizhou berhasil membuktikan bahwa medan berbukit dan ekstrem bukan penghalang bagi industri kreatif.

Satu cangkir demi satu cangkir, provinsi ini mengubah keajaiban alamnya menjadi pengalaman tak terlupakan yang mendulang pundi-pundi ekonomi. 

Bagi warga kota yang mencari pelarian dari rutinitas, Guizhou adalah jawabannya—asal Anda tidak takut ketinggian.