Sekarang Bisa Nonton Bioskop di Dalam Alfamart Cuma Rp15 Ribu

Konsep ruang ritel di Indonesia resmi memasuki babak baru. Rabu (1/4/2026), inovasi bioskop mini pertama di dalam minimarket resmi diluncurkan melalui kolaborasi Layar Digi dan Alfamart. Berlokasi di lantai dua gerai Alfamart Ruko Agricola, Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, fasilitas ini hadir sebagai alternatif hiburan yang dekat dan sangat terjangkau bagi masyarakat.

“Hadirnya bioskop mini di Alfamart yang dioperasikan Layar Digi ini menjadi bukti bahwa ruang ritel kini terus berkembang, tidak hanya sebagai tempat transaksi, tetapi juga sebagai destinasi hiburan yang menyatu dengan kebutuhan sehari-hari,” kata CEO Layar Digi, Victor Timothy, usai acara peresmian.

Konsep Micro-Cinema dan Harga Tiket

Mengusung konsep micro-cinema, Layar Digi menayangkan film-film Indonesia pilihan yang umumnya sudah turun layar dari jaringan bioskop besar. Kapasitas studio dibuat sangat eksklusif dan intim, yakni hanya menampung 31 kursi penonton (seat).

Harga tiket yang ditawarkan sangat ramah di kantong. Pengunjung hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp15.000 untuk penayangan di hari kerja (Senin–Jumat), dan Rp20.000 untuk penayangan di akhir pekan (Sabtu–Minggu). Tiket dapat dibeli secara langsung melalui kasir di gerai Alfamart tersebut.

Inspirasi dari Anak-anak di Bogor

Victor mengungkapkan bahwa ide revolusioner ini bermula dari perjumpaannya dengan anak-anak di daerah Bogor. Saat itu, anak-anak tersebut mengaku bahwa hiburan ternyaman bagi mereka hanyalah jajan di minimarket karena ruangannya ber-AC dan terang.

Pergi ke mal atau bioskop konvensional seringkali menjadi kendala karena jaraknya yang jauh, kebingungan soal parkir kendaraan, hingga harga tiket serta makanan di bioskop yang dianggap terlalu mahal.

“Setelah itu, kami membuat konsep mini cinema dengan harga terjangkau agar bisa dijangkau oleh semua kalangan masyarakat,” ujar Victor menjelaskan visi di balik Layar Digi.

Antusiasme Tinggi dan Target Ekspansi 2026

Respons masyarakat sejak masa uji coba (pra-peluncuran) rupanya di luar dugaan. Victor menyebut bahwa antrean kerap mengular panjang di kasir.

“Selama masa uji coba, tingkat keterisian sangat tinggi, di atas 90 persen. Maka ke depannya akan kita perbanyak dengan konsep serupa. Kami menargetkan pembukaan di 50 titik bioskop mini lainnya pada tahun 2026,” tegasnya.

Sementara itu, Corporate Affairs Director Alfamart, Solihin, menyambut positif kolaborasi bersejarah ini. Ia menekankan bahwa ini adalah kali pertama gerai ritel di Indonesia memfasilitasi kehadiran bioskop.

Dalam operasionalnya, Alfamart berperan sebagai penyedia ruang usaha komersial yang memenuhi kriteria teknis di lantai dua. Sedangkan pengelolaan film, operasional bioskop, dan layanan konsumen sepenuhnya dipegang oleh pihak Layar Digi.

“Kolaborasi ini bukan hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menciptakan pengalaman baru yang lebih dekat, praktis,