Putra Mahkota Serukan Warga Iran Bersiap Hadapi Serangan AS-Israel

Vonita Medium.jpeg

Sabtu, 28 Februari 2026 – 16:47 WIB

Putra Mahkota Iran Reza Pahlavi. (Foto: Tangkapan Layar X @pahlavireza)

Putra Mahkota Iran Reza Pahlavi. (Foto: Tangkapan Layar X @pahlavireza)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Putra Mahkota Iran Reza Pahlavi menyerukan rakyat Iran untuk bersiap kembali turun ke jalan setelah adanya serangan Israel dan Amerika Serikat (AS) ke Iran. Namun untuk saat ini, ia meminta warga untuk sementara tetap berada di rumah dan menjaga ketenangan hingga instruksi berikutnya disampaikan.

“Saya meminta Anda untuk saat ini tetap berada di rumah dan menjaga ketenangan serta keamanan diri Anda,” kata Reza dalam keterangannya yang diunggah di akun media sosial X @pahlavireza, Sabtu (28/2/2026).

Reza pun kembali mengimbau warga mengikuti pesan-pesannya melalui jejaring sosial, media satelit, maupun gelombang radio jika akses komunikasi terganggu.

“Waspadalah dan bersiaplah, sehingga pada waktu yang tepat, yang akan saya sampaikan secara akurat kepada Anda, Anda kembali ke jalanan untuk tindakan terakhir,” ujarnya.

Dalam pernyataan tersebut, Pahlavi juga menyebut serangan rudal dari Israel-AS menjadi momentum penentu nasib bangsa Iran kini telah tiba. Di mana, ia mengeklaim rezim yang dipimpin Ali Khamenei berada di ambang kehancuran.

“Rekan-rekan senegaraku yang terkasih, momen-momen yang menentukan nasib ada di hadapan kita,” ucapnya.

Lebih lanjut, Reza secara khusus menyampaikan pesan kepada angkatan bersenjata, penegak hukum, dan aparat keamanan Iran. Ia menegaskan sumpah mereka seharusnya ditujukan untuk melindungi negara dan rakyat Iran, bukan mempertahankan rezim yang berkuasa.

“Anda telah bersumpah untuk menjadi pelindung Iran dan bangsa Iran, bukan pelindung Republik Islam dan para pemimpinnya. Tugas Anda adalah membela rakyat, bukan membela rezim yang menyandera tanah air kita dengan penindasan dan kejahatan,” tuturnya.

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan Israel mengumumkan telah melancarkan ‘serangan pendahuluan’ terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026) pagi waktu setempat dan langsung menetapkan keadaan darurat nasional.

Menurut laporan media Israel The Jerusalem Post, serangan tersebut disebut dilakukan bersama Amerika Serikat. Media pemerintah Iran melaporkan suara ledakan terdengar di ibu kota, Tehran.

Militer Israel, Israel Defense Forces (IDF), menyatakan telah mengirimkan peringatan nasional kepada seluruh warga untuk tetap berada di dekat ruang perlindungan atau area aman.

“Ini adalah peringatan proaktif untuk mempersiapkan publik atas kemungkinan peluncuran rudal menuju Negara Israel,” demikian pernyataan resmi IDF dikutip The Jerusalem Post.

Pengumuman tersebut memicu peningkatan kewaspadaan di berbagai wilayah Israel. Otoritas pertahanan memperkirakan potensi respons balasan berupa serangan rudal dari Iran atau kelompok sekutu regionalnya.