Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menggelar inspeksi mendadak alias sidak di perusahaan baja PT Power Steel Mandiri, Tangerang, Banten, Kamis (5/2/2026). (Foto: Inilah.com/ Clara Anna S)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mematok target ambisius untuk rasio perpajakan tahun ini. Angkanya dipasang di kisaran 11–12 persen, melonjak jauh dari capaian tahun lalu yang mentok di sekitar 9 persen.
Target itu disampaikan Purbaya usai melantik 40 pejabat baru di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (6/2/2026).
“Saya mengharapkan ada perbaikan tax collection rate yang signifikan, dari 9 persen sekarang, mungkin 11–12 persen untuk tahun ini, tahun depan kita perbaiki lagi. Jadi ini misi kita,” kata Purbaya.
Ia mengakui penerimaan pajak tahun lalu meleset dari target akibat perlambatan ekonomi. Namun Purbaya optimistis situasi akan berbalik seiring membaiknya pertumbuhan.
“Apalagi kemarin pengumpulan tax collection kita kan di bawah target karena ekonominya melambat. Tapi saya harapkan dengan membaiknya ekonomi dan ke depan akan lebih baik lagi, kita bisa mengumpulkan pendapatan dari pajak maupun Bea Cukai yang lebih tinggi,” ujarnya.
Purbaya mengingatkan jajaran pajak agar tak lagi berlindung di balik alasan ekonomi jika setoran negara kembali seret.
“Kalau kemarin Anda mencapainya di bawah target, saya masih bisa beralasan di depan DPR karena ekonominya lambat. Tapi tahun ini enggak bisa lagi,” tuturnya.
Ia bahkan blak-blakan soal risiko politik yang bakal dihadapi jika kinerja pajak tetap loyo di tengah ekonomi yang tumbuh.
“Kalau sampai akhir tahun tax collection rate kita nggak membaik, padahal ekonominya tumbuhnya makin baik, saya akan digebukin DPR dan saya nggak bisa bertahan lagi. Saya nggak bisa memberikan argumen yang kuat,” ucap Purbaya.














