Prediksi dan Jadwal Perempat Final Liga Champions Sporting CP Vs Arsenal

Arsenal datang ke Portugal dengan tekad untuk membalikkan nasib buruk mereka dalam beberapa pertandingan terakhir. Mikel Arteta mungkin harus menyesuaikan strategi untuk menghadapi absennya beberapa pemain kunci. Pertahanan Arsenal perlu lebih solid untuk bisa menahan serangan berbahaya dari Sporting.

Arsenal akan melawat ke kandang Sporting CP pada leg pertama perempat final Liga Champions, Rabu (8/4/2026) dini hari WIB.

Dengan tren buruk di laga sebelumnya serta kehilangan sejumlah pemain kunci, The Gunners bisa tergelincir lagi dan kemungkinan mengakhiri musim tanpa gelar.

Arsenal melangkah ke babak delapan besar setelah bermain imbang 1-1 di kandang Bayer Leverkusen pada leg pertama babak 16 besar, sebelum memastikan kemenangan agregat lewat hasil 2-0 di Emirates Stadium pada leg kedua.

Sementara itu, Sporting CP menunjukkan mentalitas luar biasa dalam perjalanan mereka. Setelah kalah telak 0-3 dari Bodø/Glimt pada leg pertama, mereka bangkit dengan kemenangan spektakuler 5-0 di Lisbon untuk memastikan tiket ke perempat final.

Sporting akan memanfaatkan keunggulan kandang mereka. Pelatih Rui Borges bisa menekankan permainan menyerang, mengingat ketajaman lini depan mereka yang telah mencetak gol dengan konsistensi. Pemain seperti Pedro Goncalves dan Francisco Trincao diharapkan bisa menciptakan peluang dan memberikan tekanan kepada lini belakang Arsenal yang mungkin tidak dalam kekuatan penuh.

Rui Borges: Sporting tak akan Bertahan

Sporting saat ini dilatih Rui Borges, yang resmi diperkenalkan sebagai pelatih kepala Sporting pada 26 Desember 2024 dengan kontrak sampai 2026. Di situs resmi klub, Sporting menyebut Borges sebagai pelatih dengan gaya dan kepemimpinan yang sudah mereka pantau lama. Dalam komentar terbarunya jelang periode krusial ini, Borges menekankan bahwa Sporting harus terus “bermimpi” dan percaya pada kapasitas mereka menghadapi siapa pun.

Itu penting karena gaya Sporting di bawah Borges tidak sepenuhnya reaktif. Mereka bisa bertahan rendah bila dipaksa, tetapi tidak takut bermain progresif, terutama lewat sisi sayap, rotasi tiga bek, dan koneksi dari Hjulmand ke pemain depan. Mereka juga terbukti punya mental bangkit, sesuatu yang tidak bisa dianggap sepele di fase gugur.

Mikel Arteta: Arsenal lebih matang

Di sisi lain, Arsenal ditangani Mikel Arteta, yang secara resmi berstatus first-team manager. UEFA menggambarkan Arsenal asuhan Arteta sebagai tim dengan “attacking verve”, dan itu terlihat jelas dari kemenangan 5-1 mereka di Lisbon musim lalu. Dalam preview UEFA, Arteta sendiri menegaskan bahwa duel ini “completely different” dari pertemuan musim lalu dan menyebut Sporting sebagai tim papan atas yang akan sangat sulit dihadapi.

Perbedaan utamanya ada di struktur. Arsenal di bawah Arteta biasanya lebih rapi dalam fase build-up, lebih jelas dalam rest defense, dan lebih terlatih menjaga bentuk ketika kehilangan bola. Mereka mungkin tidak selalu bermain paling eksplosif selama 90 menit, tetapi sering lebih stabil dalam dua leg.