Polri Bongkar Pelarian Panjang ‘Bendahara’ Bandar Fredy Pratama yang Buron Sejak 2023

Ajat Medium.jpeg

Jumat, 19 Juni 2026 – 17:37 WIB

 Penyidik Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri menggiring Frans Antoni (tengah), pengendali keuangan jaringan gembong narkoba Fredy Pratama, di gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (19/6/2026). (Foto: Antara/Nadia Putri Rahmani)

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri menggiring Frans Antoni (tengah), pengendali keuangan jaringan gembong narkoba Fredy Pratama, di gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (19/6/2026). (Foto: Antara/Nadia Putri Rahmani)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri mengungkapkan bahwa pengendali keuangan jaringan narkoba Fredy Pratama, yakni Frans Antoni, telah buron sejak 2023 sebelum akhirnya ditangkap pada Kamis (18/6/2026) di Malaysia.

“Berdasarkan penyidikan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang dilakukan oleh Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, Frans Antoni telah resmi ditetapkan sebagai DPO pada tanggal 12 November 2023,” kata Direktur Tindak Pidana Narkoba (Dirtipidnarkoba) Bareskrim Polri Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso di Jakarta, Jumat (19/6/2026).

Ia mengungkapkan bahwa Frans hidup berpindah-pindah tempat di Thailand selama melarikan diri. Tersangka itu sempat tinggal di Phattanakan, Bangkok, hingga pada akhirnya menetap di daerah Narasiri, Bangkok selama hampir dua tahun.

“Phatthanakan ini merupakan daerah cukup elite di Kota Bangkok, Thailand,” ujarnya.

Dalam pelariannya di Thailand, Frans dibantu oleh orang-orang suruhan dari jaringan Fredy Pratama yang merupakan warga negara Thailand.

Adapun penangkapan Frans berlangsung pada Kamis (18/6) di KBRI Kuala Lumpur, Malaysia, pada pukul 07.30 waktu setempat.

Pada saat memasuki wilayah Malaysia secara ilegal, Frans juga dibantu oleh orang-orang suruhan Fredy Pratama sebelum akhirnya berhasil diamankan oleh tim delegasi Polri yang terdiri atas Dittipidnarkoba Bareskrim Polri dan Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri.

Pada Jumat (19/6/2026) siang, Frans diterbangkan menuju Jakarta dan tiba di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, pada pukul 15.28 WIB.

Untuk langkah selanjutnya, penyidik akan melakukan pendalaman, pemeriksaan intensif, dan proses penyidikan lanjutan untuk mengembangkan kasus peredaran narkoba jaringan Fredy Pratama.

Diketahui, Fredy Pratama merupakan warga negara Indonesia yang menjadi gembong narkotika jaringan internasional. Ia bermukim dan mengendalikan peredaran narkoba dari Thailand.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang