Persib Tersingkir dari ACL 2, Hodak Mau Protes soal Wasit Saudi ke AFC

Haris_Medium_dfc3c72d48.avif

Kamis, 19 Februari 2026 – 14:59 WIB

Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak. (Foto: Dok Persib)

Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak. (Foto: Dok Persib)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Persib Bandung menang, tapi tetap angkat koper. Kemenangan tipis 1-0 atas Ratchaburi di leg kedua babak 16 besar AFC Champions League Two (ACL 2) 2025/2026 tak cukup menyelamatkan langkah Maung Bandung di pentas Asia.

Bermain di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Rabu (18/2/2026), anak asuh Bojan Hodak tampil menekan sejak awal. Gol tunggal Andrew Jung pada menit ke-42 sempat membakar asa. Stadion bergemuruh, harapan hidup lagi. Namun defisit tiga gol dari leg pertama menjadi beban yang terlalu berat.

Skor akhir memang berpihak pada Persib, tetapi agregat 1-3 memastikan langkah mereka terhenti. Ratchaburi berhak melaju ke perempat final.

Di balik kemenangan yang terasa pahit itu, Hodak menyoroti kepemimpinan wasit asal Arab Saudi, Majed Mohammed Alshamrani. Ia tak menutupi kekecewaannya, meski memilih irit bicara.

“Mengenai wasit, sayangnya saya tidak bisa bicara. Karena saya punya daftar panjang untuk dibicarakan, tidak hanya tentang kartu, tentang banyak hal,” kata dia.

Persib, lanjutnya, akan melayangkan protes resmi ke AFC. Namun Hodak sadar betul, surat keberatan tak akan mengubah hasil di papan skor.

“Tapi kami akan mengirimkan ini secara resmi ke AFC. Saya yakin mereka akan membalas, kami akan mempelajarinya, tetapi tidak ada yang akan berubah. Tidak ada yang akan berubah. Kami tereliminasi,” tuturnya.

Menurut Hodak, timnya tampil cukup dominan, terutama sepanjang babak pertama. Meski Ratchaburi lebih banyak bertahan, Persib mampu mencetak gol, bahkan sempat mendapat satu gol yang dianulir, plus beberapa peluang matang lainnya.

“Saya pikir selama 45 menit kami bermain cukup baik. Mereka bertahan dengan 10 pemain, tetapi kami berhasil mencetak gol, kami mendapati satu gol dianulir, beberapa peluang lainnya,” katanya.

Situasi berubah jelang turun minum saat Ulliam Baros diganjar kartu merah. Bermain dengan 10 orang sepanjang babak kedua membuat misi mengejar agregat makin berat.

Hodak tetap yakin hasilnya bisa berbeda andai komposisi tim utuh.

“Dan saya percaya bahwa jika kami memiliki 11 pemain, kami akan lolos,” katany