Pedagang kios buah pepaya di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Hendra. (Foto: Inilah.com/ Reyhaanah A)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Pedagang kios buah pepaya di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Hendra (40) mengungkap mulanya api muncul dari kios plastik depan, yang akhirnya melahap 350 kios Senin (15/12/2025) pagi. Awalnya, ia mengira anak kecil yang berlarian sedang berkelahi di sekitar pasar.
“Aku bongkar lapak ku yang di tengah tadi kan, ada anak lari-lari kirain berantem. Tahunya di situ kebakaran tuh, dari atas itu, yang warung plastik itu kebakaran di situ,” kata Hendra saat ditemui Inilah.com di lokasi.
Ia mengakui memang terdapat toko yang menjual bahan-bahan plastik di sekitaran kios buah tersebut. Menurut Hendra, api muncul dari tumpukan plastik yang ditaruh di atas kios.
“Kan disusun kan, nah di atas kan buat gudang, ya kayak sterofoam, kayak plastik-plastik kan di atas semua itu,” ujarnya.
Sekitar 10 menit kemudian, api langsung merembet ke kiosnya yang berada di tengah-tengah gedung C-2 itu. Hendra juga menambahkan, sempat ada bunyi ledakan saat kebakaran tersebut,
“Kalau ledakan ya baru-baru ini pas sudah kebakar semua itu, baru ada bunyi ledakan kan. Karena dia jual gas juga,” jelas Hendra.
Lebih jauh ia mengingat setahun yang lalu sempat terjadi peristiwa serupa. Namun, kebakaran yang terjadi dahulu itu berada di kios pojok atau belakang. Berbeda dengan peristiwa Senin pagi ini.
“Belum lama pernah, tapi di pojok paling sekitar satu tahunan. Di pojok itu pernah kebakaran, cuman enggak merembet kaya gini,” ungkap dia.
“Kalau waktu itu karena korslet listrik. Tapi bisa dipadamkan nggak sampai merembet kemana-mana. Malah sekarang gantian, di sini habis, di sana enggak,” sambung Hendra.
Kebakaran pagi ini menghabiskan sebanyak 350 toko kios buah. Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Dr. Alfian Nurrizal mengatakan tak ada korban jiwa pada insiden kebakaran ini.
“Korban jiwa saat ini tidak ada. Jadi korban jiwa maupun luka tidak ada ditemukan dan semuanya alhamdulillah sehat dan selamat,” kata Alfian kepada wartawan di lokasi, Senin (15/12/2025).
“350 kios (yang terbakar) jumlahnya yang ada di gedung C2,” sambung dia.
Alfian menerangkan, kios yang terbakar tersebut didominasi toko buah di antaranya pepaya, pisang, jambu dan nangka.
Lebih lanjut, ia menambahkan saat kebakaran terjadi memang kegiatan atau aktivitas di pasar sedang ramai. Mengingat, gedung tersebut sebetulnya aktif selama 24 jam.
“Jadi masyarakat tentunya jam 7.15 WIB aktivitas sangat luar biasa dan tentunya kenapa bisa begitu cepat. Karena kami sudah berkoneksi dengan pihak direktur pasar raya bahwa sudah melakukan pemadaman sementara dengan menggunakan apar 150 biji,” tuturnya.











