RI Kutuk Keras Insiden Penembakan Massal di Pantai Bondi Sydney

Ikhsan Medium.jpeg

Senin, 15 Desember 2025 – 13:59 WIB

Warga menaruh karangan bunga di Pantai Bondi, Sydney, Senin (15/12/2025), untuk mengenang para korban insiden penembakan massal yang terjadi sehari sebelumnya. (Foto: AFP)

Warga menaruh karangan bunga di Pantai Bondi, Sydney, Senin (15/12/2025), untuk mengenang para korban insiden penembakan massal yang terjadi sehari sebelumnya. (Foto: AFP)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Aksi teror brutal yang mengguncang perayaan Hanukkah di Pantai Bondi, Sydney, Australia, pada Minggu (14/12/2025), menuai kecaman keras dari Pemerintah Indonesia. Melalui rilis resmi pada Senin (15/12/2025), Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) menyatakan sikap tegasnya terhadap insiden yang telah merenggut nyawa dan menimbulkan korban luka-luka tersebut.

“Pemerintah Republik Indonesia mengutuk keras aksi kekerasan yang terjadi di Pantai Bondi, Sydney, pada 14 Desember 2025, yang mengakibatkan korban jiwa dan luka-luka,” demikian pernyataan resmi Kemlu RI.

Indonesia tak hanya menyampaikan kecaman, tetapi juga menunjukkan rasa solidaritas mendalam kepada Pemerintah dan rakyat Australia di masa yang sulit ini. Belasungkawa tulus disampaikan kepada keluarga korban yang ditinggalkan, serta doa bagi puluhan korban luka-luka agar segera pulih. Sikap tegas ini menunjukkan komitmen Jakarta dalam menentang segala bentuk kekerasan dan terorisme global.

Identitas Teroris Terungkap: Sajid dan Naveed Akram Diduga Jaringan ISIS

Penembakan brutal yang terjadi saat perayaan hari besar umat Yahudi, Hanukkah, ini disinyalir berlangsung cepat dan mematikan. Dua laki-laki bersenjata tiba-tiba meluncurkan tembakan ke arah kerumunan warga, memicu kepanikan massal yang terekam dalam video amatir. Saksi mata menyebut rentetan tembakan berlangsung selama kurang lebih 10 menit.

Pihak berwenang Australia belakangan mengidentifikasi dua pelaku sebagai ayah dan anak, yakni Sajid Akram (ayah) dan Naveed Akram (anak). Imbas tragedi ini, 16 orang meninggal dunia, termasuk Sajid Akram, dan puluhan orang lainnya mengalami luka-luka.

Dimensi serangan ini semakin mengkhawatirkan setelah terungkapnya dugaan keterkaitan dengan kelompok ekstremis. Agen Intelijen Domestik Australia (ASIO) dikabarkan pernah menyelidiki salah satu pelaku, Naveed Akram, dan menduga kuat adanya hubungan dengan sel teroris kelompok ISIS cabang Sydney.

PM Albanese Tegaskan Aksi Antisemitisme dan Terorisme

Serangan berdarah di Bondi ini, yang secara jelas menargetkan komunitas Yahudi, telah memicu gelombang kecaman global. Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese sendiri telah mengambil sikap tegas, secara lugas menyebut aksi biadab tersebut sebagai tindakan terorisme dan antisemitisme.

Sinyal bahaya dari ASIO mengenai potensi ancaman teroris yang berakar pada kebencian dan ekstremisme, diperparah dengan fakta bahwa pelaku adalah jaringan ayah dan anak, semakin membuat Pemerintah Indonesia dan dunia meningkatkan kewaspadaan.

Topik
Komentar