Presiden Prabowo Subianto meninjau penggunaan teknologi papan pintar IFT di SDN Cimahpar 5, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (2/5/2025). (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Pakar pendidikan dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Jejen Musfah, menilai rencana Presiden Prabowo Subianto menghadirkan layar pintar di seluruh ruang kelas perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing sekolah.
Menurut Jejen, persoalan utama pendidikan di Indonesia saat ini bukan semata keterbatasan teknologi, melainkan masih berkaitan dengan kekurangan guru, pemerataan tenaga pendidik, hingga kesejahteraan guru.
“Masalah utama sekolah adalah kekurangan guru, pemerataan guru, dan kesejahteraan guru,” kata Jejen saat dihubungi Inilah.com, Minggu (10/5/2026).
Ia menilai, penggunaan layar pintar memang dapat membantu proses pembelajaran jika diterapkan secara tepat. Namun, pemerintah diminta tidak hanya berfokus pada pengadaan teknologi tanpa menyelesaikan persoalan mendasar pendidikan.
“Layar pintar disesuaikan dengan kebutuhan sekolah. Jangan sampai ada layar pintar tapi gurunya kurang,” ujarnya.
Jejen mengatakan, kebijakan pendidikan seharusnya diarahkan untuk menjawab persoalan utama yang dihadapi sekolah-sekolah di berbagai daerah. Karena itu, pemerintah juga perlu memperkuat pemenuhan kebutuhan guru seiring menjalankan program digitalisasi pendidikan.
“Ya pemerintah harus fokus pada tiga masalah guru di atas. Kebijakan harus menjawab masalah utama pendidikan. Tidak semua sekolah butuh layar pintar,” jelas Jejen.
Presiden RI Prabowo Subiantomenargetkan seluruh ruang kelas di Indonesia nantinya dilengkapi fasilitas ‘layar pintar’ untuk mendukung pembelajaran interaktif dan pemantauan pendidikan secara nasional.
Hal tersebut disampaikan Prabowo saat mengunjungi Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Leato Selatan, Gorontalo, Sabtu (9/5/2026).
Mulanya, Prabowo menanyakan langsung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan fasilitas pendidikan di sekolah-sekolah.
Selain MBG, Prabowo juga menyoroti pengadaan layar pintar di sekolah-sekolah. Ia mengatakan mulai tahun ini setiap sekolah akan menerima tambahan tiga perangkat layar interaktif.
“Mulai tahun ini tiap sekolah akan terima tiga. Berarti saya berharap akhir tahun ini tiap sekolah sudah ada empat ruang kelas yang ada layar yang disebut layar pintar karena dia memang pintar, kita bisa gunakan interaktif,” jelasnya.
Prabowo mengatakan perangkat tersebut nantinya akan membantu proses pembelajaran di daerah terpencil. Sebab, guru dapat memperoleh dukungan materi langsung dari pusat secara real time.
“Nantinya guru-guru di tempat yang sulit, dia bisa dibantu dari pusat pelajarannya, tambahan, silabusnya, bantuan-bantuan bahan kita bisa langsung, waktu yang real time,” tuturnya.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.













