Iran Tegaskan Ikut Piala Dunia 2026, tapi Ajukan 10 Syarat Ketat

Ikhsan Medium.jpeg

Minggu, 10 Mei 2026 – 19:20 WIB

Para pemain Timnas Iran berpose menjelang pertandingan sepak bola Grup A Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia melawan Korea Utara di Azadi Sports Complex di Teheran pada 10 Juni 2025. (Foto: AFP/Atta Kenare)

Para pemain Timnas Iran berpose menjelang pertandingan sepak bola Grup A Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia melawan Korea Utara di Azadi Sports Complex di Teheran pada 10 Juni 2025. (Foto: AFP/Atta Kenare)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) akhirnya mengambil sikap tegas. Mereka memastikan Tim Nasional Iran akan tetap berlaga di ajang Piala Dunia 2026. Namun, kepastian itu datang dengan ‘catatan tebal’: negara-negara tuan rumah yakni Amerika Serikat (AS), Meksiko, dan Kanada harus memenuhi sederet persyaratan ketat di tengah memanasnya suhu politik Timur Tengah.

“Kami pasti akan berpartisipasi dalam Piala Dunia 2026, tetapi tuan rumah harus mempertimbangkan kekhawatiran kami. Kami akan berpartisipasi tanpa mundur dari keyakinan, budaya, dan pendirian kami,” tulis pernyataan resmi FFIRI di situs web mereka, Sabtu (9/5/2026).

Langkah berani ini diambil menyusul insiden bulan lalu, ketika Kanada menolak masuknya Ketua Federasi Iran jelang Kongres FIFA. Penolakan tersebut didasari oleh tudingan adanya hubungan sang ketua dengan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC).

Harga Mati: Jaminan Visa dan Keamanan Ekstra

Presiden FFIRI, Mehdi Taj, secara blak-blakan membeberkan 10 syarat yang wajib dipenuhi tuan rumah agar skuad Team Melli bisa bertanding dengan tenang. Fokus utama dari tuntutan tersebut adalah jaminan perlakuan yang setara dan bermartabat.

Syarat-syarat itu mencakup garansi penerbitan visa, penghormatan terhadap staf, pengibaran bendera, hingga pemutaran lagu kebangsaan Iran selama turnamen berlangsung.

“Semua pemain dan staf teknis, terutama mereka yang telah menjalani wajib militer di Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) seperti Mehdi Taremi dan Ehsan Hajsafi, harus diberikan visa tanpa masalah,” tegas Mehdi Taj saat berbicara di televisi pemerintah.

Tidak hanya urusan imigrasi, FFIRI juga menuntut standar keamanan tingkat tinggi. Pengamanan ekstra ketat ini diminta diberlakukan di bandara, hotel tempat tim menginap, hingga rute perjalanan menuju stadion.

“Tidak ada kekuatan eksternal yang dapat menghalangi partisipasi Iran dalam piala yang telah mereka ikuti dengan layak,” tegas FFIRI.

Respons Washington dan Lampu Hijau FIFA

Nasib Iran di Piala Dunia 2026, yang akan bergulir pada 11 Juni hingga 19 Juli, sempat diselimuti awan gelap. Memanasnya konflik Timur Tengah, terutama pasca serangan AS dan Israel ke Teheran pada Februari lalu, membuat posisi Iran serba salah.

Merespons polemik ini, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan bahwa para pemain sepak bola Iran pada prinsipnya akan tetap diterima di turnamen tersebut. Namun, Rubio melempar peringatan keras: Washington tak segan melarang masuk anggota delegasi Iran yang terbukti memiliki afiliasi kuat dengan IRGC.

Di sisi lain, Presiden FIFA Gianni Infantino mencoba mendinginkan suasana. Ia menggaransi bahwa Iran akan memainkan laga-laga Piala Dunia mereka di AS sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Bahkan, Presiden AS Donald Trump mengaku tidak mempermasalahkan kehadiran skuad Iran di tanah Amerika. “Kalau Gianni bilang begitu, saya tidak masalah,” ucap Trump singkat kepada wartawan di Ruang Oval, Gedung Putih.

Sebagai catatan, pada putaran final Piala Dunia 2026 nanti, Timnas Iran tergabung dalam Grup G bersama Selandia Baru, Belgia, dan Mesir. Skuad asuhan Amir Ghalenoei ini akan menjadikan Tucson, Arizona, sebagai markas utama (base camp) mereka, sebelum melakoni laga perdana kontra Selandia Baru di Los Angeles pada 15 Juni mendatang.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang