Normalisasi Ciliwung Tinggal Jalan, Pramono Klaim Pembebasan Lahan Sudah Beres

Reza Medium.jpeg

Minggu, 8 Februari 2026 – 23:00 WIB

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan keterangan kepada wartawan di Jakarta Utara, Jumat (30/1/2026). (Foto: Antara/Lifia Mawaddah Putri)

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan keterangan kepada wartawan di Jakarta Utara, Jumat (30/1/2026). (Foto: Antara/Lifia Mawaddah Putri)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Setelah lama mandek, proyek normalisasi Sungai Ciliwung disebut mulai dieksekusi. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut pembebasan lahan sudah di ujung jalan.

“Seperti yang saya sampaikan, normalisasi Ciliwung kita sudah mulai. Pembebasan lahannya sudah hampir selesai,” kata Pramono kepada wartawan di Jakarta Timur, Minggu (8/2/2026).

Pramono menyebut Pemprov DKI telah menuntaskan aspek administratif dengan menandatangani 14 penetapan lokasi (penlok) pembebasan lahan di sepanjang Ciliwung.

“Jadi semua ada 14 penlok (penetapan lokasi) yang sudah saya tanda tangani dan sudah dilakukan pembebasan lahan. Mungkin hari Jumat besok saya bersama Bapak Nusron, Pak Menteri ATR/BPN akan melakukan seremoni untuk itu,” ujarnya.

Ia menjelaskan, proses pembayaran lahan juga sudah berjalan di sejumlah titik. Penandaan lokasi pun telah dilakukan untuk membedakan lahan yang sudah dan belum dibayar.

“Supaya semua yang dibebaskan sudah selesai dan kemarin di Bidara Cina, di Cawang dan sebagainya kan sudah kita kasih tanda, yang kuning belum dibayar, yang merah sudah dibayar dan sebagainya dan sebagainya,” lanjut Pramono.

Dengan pembebasan lahan hampir rampung, Pramono menargetkan pembangunan fisik segera dimulai. Ia berharap pembuatan tanggul bisa dikerjakan pada Maret mendatang oleh pemerintah pusat.

“Mudah-mudahan bulan Maret sudah mulai dibuat tanggul oleh pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian PU yang tanggung jawab,” katanya.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta menetapkan normalisasi sungai sebagai langkah jangka menengah pengendalian banjir. Tiga sungai yang menjadi prioritas ialah Ciliwung, Krukut, dan Cakung Lama.

“Tetapi untuk jangka menengah seperti yang saya sampaikan, sekali lagi, Jakarta akan melakukan normalisasi untuk tiga sungai utama. Yang pertama adalah Ciliwung, yang kedua Krukut, yang ketiga adalah Cakung Lama,” kata Pramono saat meninjau pengerukan Kali Sepak, Kembangan, Jakarta Barat, Senin (26/1/2026).

Normalisasi Ciliwung disebut menjadi pekerjaan awal yang digarap bersama Kementerian Pekerjaan Umum. Dua sungai lainnya menyusul setelahnya.

“Saya sudah minta untuk segera ini diputuskan. Kalau yang Ciliwung sudah segera dimulai dengan pemerintah pusat dengan PU, untuk membuat apa, tanggul dan sebagainya,” ucapnya.