Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Sakti Wahyu Trenggono di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (7/4/2026). (Foto: Tangkapan layar TV Parlemen)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Sakti Wahyu Trenggono mengakui kementeriannya turut terdampak dinamika geopolitik global. Di antaranya berkaitan penggunaan bahan bakar minyak oleh seluruh nelayan yang saat ini masih menggunakan bahan bakar minyak.
“Lalu harga-harga akibat dari distribusi juga masih terpengaruh sehingga rantai pasok dari hasil perikanan juga berpotensi mengakibatkan penurunan volume ekspor, hingga penurunan daya saing produk perikanan Indonesia di pasar global,” ujar Trenggono di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (7/4/2026).
Fenomena Godzilla El Nino
Berdasarkan kajian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Indonesia diperkirakan akan menghadapi fenomena Godzilla El Nino yang ditandai dengan anomali iklim ekstrem pada periode April hingga Oktober 2026.
Situasi ini menghadirkan dua sisi yang tidak dapat dipisahkan, yaitu tantangan yang harus diwaspadai sekaligus peluang yang perlu dimanfaatkan secara cermat.
Trenggono menjelaskan bila hal itu dilihat dari perspektif risiko, fenomena tersebut berpotensi memicu tekanan serius di wilayah daratan, pesisir, maupun lautan, termasuk peningkatan kerentanan terhadap kerusakan ekosistem pesisir dan laut, tingginya tingkat evaporasi dapat menyebabkan lonjakan salinitas yang berimplikasi pada meningkatnya risiko wabah penyakit pada komoditas budidaya, serta berpotensi mempercepat degradasi ekosistem karbon biru.
Capaian Produksi dan Ekspor
“Yang pada akhirnya dapat meningkatkan emisi karbon secara signifikan. Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi, kinerja sektor kelautan dan perikanan nasional hingga saat ini tetap menunjukkan capaian produksi dan ekspor yang terjaga dengan baik,” terang Trenggono.
Hal ini terbukti dari capaian produksi kelautan dan perikanan Indonesia secara konsisten terus mengalami kenaikan dengan pertumbuhan rata-rata sekitar 3,8 persen pada tahun 2025.
Lalu produksi sektor kelautan dan perikanan sebanyak 26,25 juta ton menjadi capaian tertinggi yang terdiri atas 11,5 juta ton rumput laut, 7,85 juta ton perikanan tangkap, dan 6,75 juta ton perikanan budidaya.
“Nilai ekspor produk perikanan nasional meningkat juga mencapai 6,27 miliar US dolar di tahun 2025, juga menjadi capaian tertinggi dalam 5 tahun terakhir,” ungkap Trenggono.
Penurunan
Namun demikian hingga Februari 2026, Trenggono menyebutkan nilai ekspor tercatat sebesar 960 juta USD, yang secara year-on-year (yoy) masih menunjukkan penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Mudah-mudahan ini segera meningkat, karena sudah selesai kita urusannya dengan Amerika,” kata Trenggono.
Tak hanya itu, guna menghadapi dampak dinamika geopolitik dan fenomena iklim yang terjadi, KKP tetap berkomitmen penuh untuk memastikan bahwa kebutuhan dan ketersediaan protein hewani masyarakat, khususnya dari sektor perikanan, dapat terpenuhi dengan baik.
Berdasarkan analisis yang telah dilakukan KKP, Trenggono menyampaikan beberapa poin utama terkait kondisi perikanan nasional saat ini. Prognosa produksi ikan nasional untuk periode April hingga Desember 2026, diproyeksikan total produksi ikan nasional mencapai 10,57 juta ton.
Angka tersebut terdiri dari kontribusi produksi ikan tangkap sebesar 5,42 juta ton serta produksi ikan budidaya sebesar 5,15 juta ton. “KKP terus memantau secara ketat komoditas utama perikanan di delapan kota besar yang menjadi kebutuhan masyarakat sebagaimana bahan paparan yang kami sampaikan,” lanjutnya.
Kategori Aman
Adapun berdasarkan hasil pemantauan, KKP melaporkan bahwa status ketersediaan ikan berada pada kategori aman hingga Juni 2026. Upaya penguatan ketahanan pangan nasional di sektor kelautan dan perikanan ini tentunya memerlukan dukungan dan sinergi bersama.
“Untuk itu, kami sangat mengharapkan masukan dan dukungan dari Komisi IV, agar upaya penguatan ketahanan pangan sektor kelautan dan perikanan dapat berjalan optimal dan terpenuhi dengan baik,” tutur Trenggono.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.









