Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Selasa (29/7/2025). (Foto: Inilah.com/Vonita).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian ke Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (24/11/2025), meminta laporan terkini soal stabilitas inflasi sekaligus kondisi ekonomi di daerah.
Tito menyampaikan inflasi nasional masih terjaga, year-on-year sebesar 2,86 persen dan year-to-date di posisi 2,1 persen.
“Artinya cukup terkendali baik, terutama sektor pangan juga malah menjadi penyeimbang deflasi,” kata Tito kepada wartawan.
Menurut Tito, komoditas beras yang sempat menjadi sorotan pemerintah kini menunjukkan perbaikan nyata sehingga keluar dari daftar pangan bermasalah.
“Daerah-daerah yang mengalami penurunan (harga) makin banyak, yang mengalami kenaikan hanya sedikit sekali. Dan itu sudah dicover dengan baik saya kira oleh Menteri Pertanian Pak Amran, sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, kemudian juga Bulog bekerja sama dengan teman-teman Pemda,” ujarnya.
Meski angka inflasi relatif stabil, Tito mengingatkan adanya kenaikan harga pada bawang merah, cabai, dan sedikit pada telur ayam ras. Ia menilai tiga komoditas ini perlu diantisipasi sejak dini, terutama untuk menjaga suplai Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Tito juga memaparkan perkembangan pertumbuhan ekonomi daerah yang rutin dibahas bersama Presiden.
“Yang tertinggi misalnya Maluku Utara, ada yang minus yaitu Papua Tengah. Saya sampaikan, beliau tanya kenapa penyebabnya, di antaranya karena adanya ekspor dari Freeport yang tertahan, adanya smelter yang pernah terbakar, kemudian ada longsor ya di mana produksinya mereka menjadi tertahan. Itu mengakibatkan pertumbuhan ekonomi Papua Tengah, Timika, itu mengalami kontraksi minus 8 persen,” jelasnya.
Selain inflasi dan kinerja ekonomi, Tito turut melaporkan realisasi pendapatan dan belanja daerah hingga 23 November 2025. Ia mengatakan rata-rata pendapatan 552 daerah berada di kisaran 82–83 persen, sedangkan serapan belanja baru mencapai sekitar 68 persen.
“Kita mendorong tentunya belanjanya ya di atas 75 persen, 80 persen gitu,” ungkapnya.
Tito menyebutkan sejumlah isu lain juga ia sampaikan kepada Prabowo, termasuk progres dukungan Kemendagri terhadap berbagai program prioritas dan agenda Komite Percepatan Pembangunan Papua.
“Saya minta kepada Bapak Presiden berkenan untuk menerima mereka, sekaligus memberikan arahan. Kalau bisa serempak dengan para kepala daerah se-Papua dalam rangka percepatan pembangunan,” ujarnya.














