Menkes Sebut Campak Itu Lucu, Ini Alasannya

Diana Medium.jpeg

Selasa, 21 April 2026 – 05:35 WIB

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam rapat bersama Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (20/4/2026). (Foto: Tangkapan Layar/TV Parlemen).

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam rapat bersama Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (20/4/2026). (Foto: Tangkapan Layar/TV Parlemen).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyoroti tingginya tingkat penularan penyakit campak. Ia menyebut, satu penderita campak dapat menularkan virus tersebut ke belasan orang lainnya.

“Dia (campak), obatnya juga sudah ada, efektif dan biasanya enggak mematikan. Dia mematikan karena ada efek sampingnya, bisa infeksi di paru atau di otak,” ujar Budi dalam rapat bersama Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (20/4/2026).

Menurut Budi, penyakit yang telah memiliki vaksin seharusnya bisa dikendalikan dengan baik. Lonjakan kasus campak, kata dia, umumnya terjadi karena cakupan imunisasi yang tidak optimal.

“Kalau dari data di dunia, campak itu kok lucu seakan-akan ada musimannya. Jadi nanti kalau kita bicara dengue, dengue itu benar-benar ada musiman tergantung dari El Nino, kalau El Nino naik, dia naik, jadi campak juga kelihatannya seperti itu. Jadi di seluruh dunia di awal tahun tinggi (kasus campak),” tuturnya.

Ia menjelaskan, peningkatan kasus campak tidak berkaitan langsung dengan faktor cuaca, melainkan mobilitas masyarakat, terutama anak-anak usia sekolah.

“Jadi di seluruh dunia awal tahun anak-anak mulai sekolah di situlah penularan terjadi dan cepat, itu juga yang kita lihat di awal tahun ini. Jadi ini lebih kepada mobilitas, kenapa terjadi campak ini,” kata dia.

Budi juga mengakui, pandemi COVID-19 sempat mengganggu program imunisasi rutin. Hal ini menyebabkan sebagian anak tidak mendapatkan vaksin campak sesuai jadwal.

“Karena campak ini vaksinasinya kalau tidak salah harus tiga kali. Dan yang kedua, memang ini ada isu halal haram vaksin ini, jadi sempat ramai dan agak susah masuknya,” jelasnya.

Untuk menekan lonjakan kasus, Kementerian Kesehatan telah melaksanakan Outbreak Response Immunization (ORI) di sejumlah daerah dengan peningkatan kasus signifikan. Wilayah tersebut antara lain Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, Kota Serang, Kabupaten Bima, Kota Palembang, Depok, Jakarta Barat, dan Palu.

Program ORI mulai digelar sejak 9 Maret 2026 di sebagian besar daerah, sementara Kota Serang memulainya pada 30 Maret 2026.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang