Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan (Sulsel) menggelar Sound of Humanity (SOH) sebagai ajang penggalangan dana untuk membantu masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak gempa.
Kegiatan tersebut digelar di Trek Coffee, Kota Makassar, Jumat (4/9/2026) malam. Selain pertunjukan musik, acara dikemas dengan berbagai aksi amal, termasuk lelang makanan dan lagu yang melibatkan vokalis Padi, Fadly.
Dalam lelang makanan, lima porsi Sandwich Tuna Asap buatan Chef La Ode Syaiful Rachman, jebolan MasterChef Indonesia Season 8, ditawarkan kepada para peserta. Hasil lelang kemudian disalurkan sebagai donasi bagi masyarakat terdampak gempa di NTT.
Tak hanya makanan, Fadly Padi juga melelang kesempatan kepada peserta untuk menentukan lagu yang akan dibawakannya. Salah satu lagu Padi dalam lelang tersebut berhasil terjual dengan nilai Rp5,5 juta.
Selain lagu, tiga kaus yang telah ditandatangani Fadly Padi juga ikut dilelang untuk menambah donasi.

Sound of Humanity Bukan Sekadar Konser
Plt Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Sulsel, Nurhasnaini Hasan, mengatakan Sound of Humanity dirancang sebagai gerakan kemanusiaan, bukan sekadar pertunjukan musik.
“Sound of Humanity bukan sekadar konser musik biasa. Ini adalah sebuah gerakan. Kami menggunakan musik universal sebagai bahasa penyejuk untuk menyatukan energi kebaikan terkhusus untuk saudara-saudara yang sedang terdampak bencana gempa,” kata Nurhasnaini.
Dari rangkaian penggalangan dana tersebut, donasi yang berhasil dihimpun telah mencapai lebih dari Rp39 juta. Namun, jumlah tersebut belum final karena penggalangan dana untuk korban gempa NTT masih terus dilakukan melalui berbagai kegiatan.
Salah satunya melalui kegiatan penggalangan dana yang digelar di Sinjai pada Sabtu (5/9/2026).
Nurhasnaini menjelaskan, dana yang terkumpul akan digunakan untuk mendukung berbagai kebutuhan masyarakat terdampak gempa di NTT, baik dalam fase tanggap darurat maupun pemulihan.
“Seluruh donasi dan dukungan yang terhimpun dari acara ini akan didedikasikan sepenuhnya untuk program penanganan bencana seperti dapur umum, akses kesehatan, pembangunan sarana air bersih, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat di NTT,” ujarnya.
Selain penampilan musik dan lelang amal, Sound of Humanity for NTT juga diisi dengan talk show kemanusiaan yang membahas kondisi masyarakat terdampak gempa berdasarkan situasi di lapangan.
Fadly: Musik Jadi Cara Mengajak Masyarakat Berdonasi
Fadly Padi mengatakan kehadirannya dalam Sound of Humanity merupakan bagian dari upaya bersama untuk membantu masyarakat NTT.
“Ini adalah konser Dompet Dhuafa. Ini untuk fundraising, nama acaranya Sound of Humanity for NTT. Jadi, dikhususkan untuk saudara-saudara kita yang terdampak dari gempa yang terjadi di NTT,” kata Fadly di Trek Coffee.
Menurutnya, dirinya hanya menjadi bagian dari rangkaian kegiatan tersebut. Hal yang lebih penting adalah membangun kepedulian dan mengajak masyarakat bersama-sama membantu para korban bencana.
“Yang paling esensial adalah silaturahmi kita dan empati kita untuk saudara-saudara kita di NTT,” ujarnya.
Fadly menjelaskan, lelang lagu sengaja dilakukan sebagai cara untuk mendorong peserta memberikan donasi. Lagu yang dibawakan dapat ditentukan berdasarkan penawaran tertinggi.
“Lelang lagu itu sebenarnya untuk menyimulasi teman-teman yang datang, saudara-saudara yang datang, untuk lebih semangat untuk menyumbang,” katanya.
Ia mengatakan lagu yang dilelang tidak harus berasal dari daftar tertentu. Para donatur dapat memilih lagu favorit mereka untuk dibawakan.
“Buat kami, lagu apa saja, lagu favoritnya orang-orang yang mau menyumbang itu, itu yang kita mainkan,” tuturnya.
Fadly Berharap Masyarakat NTT Segera Pulih
Fadly berharap masyarakat NTT dapat segera bangkit dan kembali menjalankan aktivitas setelah terdampak bencana.
“Tugas kita hari ini membantu mempercepat memulihkan saudara-saudara kita di NTT. Jadi, harapannya NTT, saudara-saudara di NTT terus semangat. Kita semua bersaudara, kita semua siap saling membantu,” katanya.
Fadly juga mengungkapkan kedekatannya dengan Dompet Dhuafa. Ia mengaku telah mengikuti kiprah lembaga filantropi tersebut sejak masih berada di bawah Republika.
Menurut Fadly, apabila dirinya tidak berprofesi sebagai musisi, menjadi relawan Dompet Dhuafa merupakan salah satu pekerjaan yang ingin dijalaninya.
“Saya salut dan melihat Dompet Dhuafa menjadi contoh teladan untuk organisasi-organisasi filantropis di Indonesia. Semoga Dompet Dhuafa terus memberi manfaat, menyebarkan manfaat kepada negeri kita tercinta,” pungkasnya.
Melalui Sound of Humanity, Dompet Dhuafa Sulsel berupaya memadukan seni, solidaritas, dan aksi nyata. Lelang lagu, makanan, hingga merchandise menjadi cara untuk mengubah hiburan menjadi dukungan bagi masyarakat NTT yang tengah menghadapi dampak bencana.












