Mawa Minta Bukti Nikah Siri Fahmi-Inara

Kuasa Hukum Wardatina Mawa, Fedhli Faisal menagih bukti pernikahan siri yang dilakukan Inara Rusli dengan Insanul Fahmi. Hal ini ia utarakan, saat menanggapi perihal kelanjutan kasus dugaan perzinaan yang melibatkan keduanya.

“Sebenarnya sih sederhana kalau dari kami. Kalau memang (Inara-Insanul) mengaku sudah menikah siri, silakan perlihatkan kapan menikahnya. Sampai saat ini, sampai detik ini, kami kuasa hukum (dan) Mawa juga belum menerima bukti tersebut,” jelas Fedhli di Kantor Pengacara Praja Fedhli dan Partners, Jakarta Barat.

Ia mempertanyakan kapan dan bagaimana proses pernikahan siri tersebut dilakukan, kemudian apakah hal tersebut sah secara hukum, dan siapa saksinya.

“Jangan gunakan pernikahan siri sebagai tameng karena ada laporan perzinahan. Ibaratnya seperti ini, tidak bisa seseorang yang menabrak lalu baru membuat SIM dengan tujuan agar tabrakannya tidak sah,” tuturnya.

“Begitu juga dengan pernikahan siri. Tidak bisa pernikahan siri ini dilakukan untuk membenarkan perzinahannya,” sambung Fedhli.

Oleh karena itu, pihaknya mengaku tak habis pikir mengapa Inara justru meributkan bukti CCTV yang diterima oleh kliennya dari orang lain.

“Tapi justru meributkan bukti ini tidak sah. Nah ini yang menjadi pertanyaan, kenapa? Apakah ada yang ditutup-tutupi atau bagaimana?,” pungkasnya.

Inara-Fahmi-Mawa

Drama pernikahan siri Inara Rusli dan Insanul Fahmi akhirnya pecah di tengah jalan. Pernikahan singkat yang sempat jadi perbincangan hangat itu resmi berakhir setelah Inara mengetahui fakta mengejutkan,  Insanul Fahmi ternyata masih memiliki istri sah, Wardatina Mawa.

Tim kuasa hukum Inara Rusli, Putra Kurniadi dan Andi Taslim, mengungkapkan klien mereka memilih mundur secara tegas. Inara menolak keras menjadi istri kedua, sekaligus ingin menjaga hati dan perasaan istri sah Insanul, Wardatina Mawa.

Skandal ini bermula saat Insanul Fahmi pertama kali mengaku single, lalu beralih menyatakan dia telah menalak dua istrinya. Kebohongan demi kebohongan itu akhirnya terbongkar dan membuat Inara mengambil sikap tanpa kompromi.

“Setelah klien kami mengetahui status sebenarnya dari si Ihsan ini, klien kami memilih mundur dan tidak lagi ingin berhubungan dengan saudara Insan,” tegas Andi Taslim dalam konferensi pers di kawasan Pluit, Jakarta Utara, Jumat (28/11/2025).

Tak hanya soal prinsip, keputusan Inara juga dipengaruhi pengalaman emosional masa lalunya. Ia pernah merasakan pahitnya menjadi perempuan yang diduakan, dan tak ingin hal itu terjadi pada wanita lain.

“Dia pernah merasakan bagaimana rasanya ketika perempuan itu diduakan oleh suaminya,” ujar Andi.

Langkah tegas itu semakin jelas melalui chat terakhir Inara kepada Wardatina Mawa. Pesan itu dibacakan Putra Kurniadi, yang menegaskan hubungan Inara dan Insanul benar-benar telah berakhir.

“Kami dah enggak ada hubungan apa-apa lagi ya, Mawa,” begitu bunyi pesan Inara yang menyudahi semuanya.

Kuasa hukum menegaskan, keputusan Inara murni didorong oleh prinsip menolak poligami yang diawali kebohongan, sekaligus menjaga martabat sesama perempuan.