Pelatih Lazio Maurizio Sarri memantau jalannya laga Serie A di Stadio Olimpico, Roma. (Foto: Getty images)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Pelatih Lazio Maurizio Sarri kembali menebar keraguan soal masa depannya di Stadio Olimpico jelang final Coppa Italia. Ia menegaskan keputusan akhir berada di tangan manajemen klub.
Sarri menyampaikan pernyataan tersebut usai mengantar Lazio menang dramatis 2-1 atas Cremonese, Senin (4/5/2026). Gol Gustav Isaksen dan Tijjani Noslin membalikkan kedudukan setelah tuan rumah unggul lebih dulu lewat Federico Bonazzoli.
Kemenangan itu mengukuhkan Lazio di posisi kedelapan klasemen Serie A. Hasil ini terbilang positif mengingat Elang Ibu Kota memulai musim dengan sanksi larangan transfer dan kehilangan sejumlah pilar pada bursa Januari.
“Sasaran kami sejak awal musim adalah memperbaiki skuad yang peluangnya sangat kecil untuk bersaing menuju kompetisi Eropa,” kata Sarri kepada DAZN Italia.
“Di tengah seribu kesulitan, hari ini kami menjadi tim yang berbeda berkat kemajuan tersebut. Saya tidak tahu apakah ini akan menjadi fondasi untuk masa depan, itu bukan keputusan saya,” ia menambahkan.
Dalam konferensi pers, Sarri ditanya langsung soal kelanjutan kariernya di Lazio musim depan. Ia memilih menghindari jawaban tegas.
“Saya di sini untuk Cremonese-Lazio. Masih ada empat laga lagi, salah satunya sangat penting. Pikiran kami hanya pada laga-laga itu,” ujar pelatih berusia 67 tahun.
“Setelah itu, kami akan duduk bersama dan berbicara dengan klub, lalu kami lihat apakah kontrak ini bisa kami hormati sampai akhir,” tutur Sarri.
Pada kesempatan yang sama, Sarri melayangkan kritik keras kepada Lega Serie A. Ia geram karena Derby della Capitale antara Lazio dan AS Roma dijadwalkan pada pukul 12.30 waktu setempat.
“Di awal musim, kami main derbi di suhu 37 derajat. Sekarang mereka memaksa kami bertanding di bulan Mei pada tengah hari. Ini penghinaan terhadap kota Roma, terhadap dua klub besar, dan terhadap para fans. Seseorang harus bertanggung jawab,” tegasnya.
“Saya berharap mereka tidak memaksa kami main di jam itu. Pihak yang mengusulkan harus mundur. Jika tetap dipaksakan, saya tidak akan menghadiri konferensi pers sebagai bentuk protes,” lanjutnya.
Sarri juga mempertanyakan standar penjadwalan otoritas liga. “Tanyakan kepada Lega Serie A kenapa mereka tidak menyuruh Inter dan Milan bermain di jam tersebut.”
Sarri masih memiliki kontrak bersama Lazio. Namun, sinyal-sinyal yang ia berikan beberapa pekan terakhir mengindikasikan masa depannya di Roma mulai goyah.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.













