Apple kembali mengaduk-aduk pasar teknologi global dengan strategi yang tak terduga. Raksasa teknologi asal Cupertino ini resmi mengungkap spesifikasi teknis perangkat laptop teranyar mereka, MacBook Neo. Berbeda dengan lini sebelumnya yang sering dicap sebagai barang mewah berharga selangit, MacBook Neo justru diposisikan sebagai perangkat Mac paling terjangkau yang pernah ada, namun tetap mempertahankan ‘DNA’ eksklusif khas Apple.
Melalui pengumuman resminya pada Sabtu (7/3/2026) waktu setempat, Apple menegaskan bahwa MacBook Neo dirancang khusus untuk menjangkau segmen pasar yang lebih luas, terutama bagi pengguna baru dan kalangan pelajar yang ingin mencicipi ekosistem macOS tanpa harus menguras kantong terlalu dalam.
Dapur Pacu: Mengadopsi Kekuatan Cip A18 Pro
Kejutan terbesar pada MacBook Neo terletak pada jantung pacunya. Alih-alih menggunakan cip seri M yang biasa ditemukan pada MacBook Air atau Pro, Apple menyematkan cip A18 Pro. Cip ini memiliki arsitektur CPU enam inti (six-core) yang terdiri atas dua inti performa tinggi dan empat inti efisiensi untuk menjaga daya tahan baterai tetap optimal.
Tak main-main, sektor grafisnya pun diperkuat dengan GPU lima inti yang sudah mendukung teknologi hardware-accelerated ray tracing. Fitur ini biasanya hanya hadir di perangkat kelas atas untuk menghasilkan efek pencahayaan yang realistis pada aplikasi desain atau game.
Selain itu, kehadiran Neural Engine 16 inti memastikan laptop ini siap menjalankan berbagai tugas berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) melalui integrasi fitur Apple Intelligence. Dengan bandwidth memori hingga 60GB per detik, performa laptop ini dipastikan tetap responsif untuk penggunaan harian yang intens.

Visual Liquid Retina yang Memukau
Dari sisi tampilan, Apple tidak memangkas kualitas layar demi harga murah. MacBook Neo mengusung layar Liquid Retina 13 inci (33 cm) berteknologi IPS dengan resolusi tajam 2408 x 1506 piksel.
Dengan kerapatan piksel mencapai 219 ppi dan tingkat kecerahan hingga 500 nit, layar ini mampu menampilkan visual yang jernih meski di bawah pencahayaan ruangan yang terang.
Dukungan hingga satu miliar warna dalam ruang warna sRGB menjadikannya pilihan menarik bagi mereka yang gemar menikmati konten multimedia berkualitas tinggi.
Urusan multimedia juga tetap menjadi prioritas. Apple menyematkan kamera FaceTime HD 1080p yang dipadukan dengan sistem mikrofon ganda berteknologi beamforming untuk mereduksi kebisingan latar.
Untuk urusan audio, sistem speaker ganda yang mendukung Spatial Audio dan Dolby Atmos siap memberikan pengalaman suara yang imersif dan megah.
Konektivitas dan Daya Tahan Baterai Seharian
MacBook Neo hadir dengan dua port USB-C yang fungsional. Port pertama mendukung standar USB 3 dengan kecepatan transfer data hingga 10Gbps serta DisplayPort, sementara port kedua mendukung standar USB 2. Apple juga masih mempertahankan jack headphone 3,5 mm yang sangat krusial bagi pelajar dan pekerja kreatif.
Bagi mereka yang memiliki mobilitas tinggi, MacBook Neo menawarkan daya tahan baterai yang impresif. Baterai lithium-ion berkapasitas 36,5 watt-hour miliknya diklaim sanggup bertahan hingga 16 jam untuk pemutaran video dan 11 jam untuk penggunaan web nirkabel.
Laptop ini juga dilengkapi dengan adaptor daya USB-C 20W serta kabel pengisian sepanjang 1,5 meter dalam paket penjualannya.
Harga dan Pilihan Warna yang Segar
Tersedia dalam empat pilihan warna yang stylish—yaitu silver, blush, citrus, dan indigo—MacBook Neo menjalankan sistem operasi macOS terbaru dengan integrasi penuh terhadap aplikasi bawaan Apple.
Mengenai harga, Apple mematok angka yang sangat kompetitif. Varian penyimpanan SSD 256GB dibanderol seharga US$599 (sekitar Rp10 juta), sementara varian 512GB dihargai US$699 (sekitar Rp11,8 juta).
“Dibuat dari awal agar lebih terjangkau bagi lebih banyak orang, MacBook Neo adalah laptop yang hanya bisa dibuat oleh Apple. Tidak ada laptop lain yang seperti ini,” ujar Senior Vice President Hardware Engineering Apple, John Ternus.
Dengan kehadiran perangkat ini, Apple tampaknya benar-benar serius ingin mendominasi segmen entry-level yang selama ini dikuasai oleh laptop berbasis Windows.













