Kericuhan pecah usai laga panas antara Malut United menjamu PSM Makassar di pekan ke-25 Super League 2025-2026. Wasit berlisensi FIFA kebanggaan Indonesia, Thoriq Alkatiri, menjadi korban pemukulan oleh oknum suporter di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, Sabtu (7/3/2026) malam WIB.
Insiden ini menambah daftar kelam kekerasan terhadap perangkat pertandingan di sepak bola tanah air, terutama di tengah ketatnya persaingan kompetisi kasta tertinggi musim ini.
Kronologi Anulir Gol yang Memicu Tensi Tinggi
Pertandingan yang berakhir imbang dengan skor dramatis 3-3 tersebut sebenarnya berlangsung sengit. Namun, tensi mulai memuncak ketika Malut United sempat mencetak gol keempat melalui kaki David Da Silva di pengujung laga.
Setelah melalui peninjauan Video Assistant Referee (VAR), Thoriq Alkatiri memutuskan untuk tidak mengesahkan gol tersebut. David Da Silva dinilai telah melakukan pelanggaran terlebih dahulu sebelum bola bersarang di gawang Juriya Edwards.
Keputusan krusial ini memicu ketidakpuasan hebat dari pihak ofisial dan pendukung tim tuan rumah yang merasa kemenangan mereka “dirampok”.
Detik-Detik Pemukulan Thoriq Alkatiri
Pasca peluit panjang dibunyikan, situasi di lapangan semakin tidak kondusif. Dalam rekaman video yang diunggah akun Instagram @forum_wasit_idn, Thoriq terlihat dikerubungi dan diteriaki oleh sejumlah ofisial Malut United saat hendak menuju ruang ganti.
Meski dalam pengawalan ketat petugas keamanan (steward), seorang oknum suporter berhasil mencuri celah. Saat Thoriq berada tepat di depan lorong stadion, pria tersebut memukulkan sehelai kain ke arah kepala wasit asal Purwakarta itu.
Hantaman tersebut membuat wasit berusia 37 tahun itu sempat terhuyung dan terpaksa berlari masuk ke lorong untuk menyelamatkan diri. Tak hanya Thoriq, asisten wasit yang berada di dekatnya pun nyaris menjadi sasaran amuk massa.
Intimidasi Jurnalis dan Reaksi Forum Wasit Indonesia
Kekacauan tidak berhenti di situ. Di luar lapangan, terjadi insiden intimidasi terhadap awak media. Irwan, seorang wartawan dari RRI Ternate, dikabarkan dipaksa oleh oknum ofisial Malut United untuk menghapus rekaman video kejadian tersebut.
Forum Wasit Indonesia langsung bereaksi keras atas insiden memalukan ini. Mereka mendesak Komisi Disiplin (Komdis) PSSI untuk menjatuhkan sanksi berat agar kejadian serupa tidak terulang.
“Komdis tolong sanksi tegas. Situasi ini sudah sangat keterlaluan dan tidak bisa diterima. Wasit seperti apa yang kalian inginkan?” tulis pernyataan resmi Forum Wasit Indonesia, Minggu (8/3/2026).
Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen Malut United belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pemukulan dan intimidasi yang melibatkan oknum pendukung serta ofisial mereka.













