Aktris Aurelie Moeremans kembali menjadi sorotan publik pada awal tahun 2026 lewat peluncuran memoar pribadinya yang bertajuk “Broken Strings: Kepingan Masa Muda yang Patah”. Buku yang dirilis secara digital dan cuma-cuma ini mengungkap sisi kelam perjalanan hidup sang aktris sebagai penyintas praktik grooming dan kekerasan dalam hubungan (toxic relationship).
Meski secara resmi dirilis pada 12 Oktober 2025, memoar ini viral dan ramai diperbincangkan di media sosial pada Januari 2026. Publik menyoroti keberanian Aurelie dalam menarasikan pengalaman pahitnya tanpa romantisasi, memberikan perspektif baru mengenai bahaya manipulasi psikologis pada remaja.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Sabtu (3/1/2026), Aurelie menegaskan bahwa buku ini merupakan kisah nyata tentang perjuangannya melepaskan diri dari jeratan manipulasi seseorang yang usianya terpaut jauh darinya.
“Buku ini adalah kisah nyata tentang aku. Tentang bagaimana aku di-grooming saat umur 15 tahun oleh seseorang yang usianya hampir dua kali lipat dariku. Tentang manipulasi, kontrol, dan proses pelan-pelan belajar menyelamatkan diri sendiri,” tulis Aurelie.
Sinopsis dan Pengakuan Blak-blakan
Dalam “Broken Strings”, Aurelie merunut kisahnya mulai dari masa kecil di Belgia dengan kondisi ekonomi keluarga yang terbatas hingga kepindahannya ke Indonesia untuk meniti karier. Konflik utama bermula ketika ia berusia 15 tahun dan bertemu dengan sosok pria bernama samaran “Bobby”, lawan mainnya di sebuah iklan, yang saat itu berusia hampir dua kali lipat darinya.
Aurelie menuturkan bagaimana hubungan yang awalnya tampak penuh kasih sayang perlahan berubah menjadi penjara emosional. Bobby digambarkan melakukan isolasi sistematis, menjauhkan Aurelie dari keluarga dan lingkungan sosialnya, serta melakukan serangkaian kekerasan verbal, fisik, hingga seksual.
Buku ini juga menjadi wadah bagi Aurelie untuk meluruskan berbagai rumor miring yang sempat beredar, termasuk isu pernikahan tidak sah yang pernah menghantuinya. Ia menekankan bahwa hubungan tersebut didasari oleh ketimpangan relasi kuasa yang ekstrem, bukan cinta yang sehat.
Terapi dan Pesan Pemulihan
Lebih dari sekadar pengakuan, Aurelie menyebut penulisan buku ini sebagai bagian dari proses terapi pemulihan mentalnya. Ia berharap kisahnya dapat mematahkan stigma negatif terhadap korban kekerasan dan menjadi sumber kekuatan bagi mereka yang mengalami hal serupa.
“Ini kisahku, traumaku, tapi juga kesembuhanku,” tegasnya dalam buku tersebut. Aurelie juga memastikan bahwa nama dan lokasi dalam buku telah disamarkan demi menjaga privasi, menegaskan bahwa tujuannya bukan untuk menyerang pihak tertentu, melainkan berbagi pelajaran hidup.
Akses Publik dan Rencana Cetak
Merespons tingginya minat pembaca, Aurelie menyediakan akses unduhan e-book “Broken Strings” secara gratis dalam dua bahasa, yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.
Berikut link download buku PDF “Broken Strings”:
Link utama:
https://linktr.ee/aureliemoeremans#514453425
Bahasa Indonesia:
https://drive.google.com/file/d/1mnM75U0nIVqZsOCJHA7mehZFg8pQxnXo/view?usp=sharing
Bahasa Inggris:
https://drive.google.com/file/d/10i1Sicmhm43miVZGcFkg7ABsXCXxc8-Y/view?usp=sharing
Tautan unduhan juga dapat diakses publik melalui bio akun Instagram dan TikTok resminya.
Pihak penerbit Oharabooks juga mengonfirmasi bahwa versi cetak dari memoar ini akan segera hadir. Saat ini, jadwal pemesanan (pre-order) buku fisik masih menunggu pengumuman resmi lebih lanjut.













