Eno (30) salah satu kasir di Koperasi Kelurahan Merah Putih Melawai, Jakarta Selatan, Kamis (16/7/2026).(Foto: Inilah.com/M. Tegar Jihad).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Pemerintah terus memperluas pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) sebagai upaya memperkuat ekonomi masyarakat. Hingga saat ini, sekitar 30 ribu koperasi telah terbentuk dan pemerintah menargetkan jumlahnya mencapai 40 ribu unit sebelum akhir 2026.
Salah satu koperasi yang telah beroperasi berada di kawasan Blok M Hub, Kelurahan Melawai, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Lokasinya yang berada tidak jauh dari Terminal Blok M dan Mal Blok M membuat gerai tersebut mudah diakses warga maupun para pekerja di kawasan bisnis tersebut.
Di dalam gerai, berbagai kebutuhan pokok tersedia, mulai dari beras, Minyakita, gula pasir, tepung terigu, susu UHT hingga kebutuhan rumah tangga lainnya. Produk-produk tersebut dipasok oleh Food Station dan dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Harga Stabil Jadi Daya Tarik Koperasi
Kasir Koperasi Kelurahan Merah Putih Melawai, Eno (30), mengatakan dirinya telah bekerja di koperasi tersebut sejak hampir satu tahun lalu, atau dua pekan setelah gerai mulai beroperasi.
Sebelumnya, ia memiliki pengalaman bekerja di bagian gudang dan purchasing selama sekitar tiga tahun.
“Saya sudah hampir setahun di sini. Dari buka, dua minggu setelah buka saya bergabung. Sebelumnya saya kerja di bagian gudang kurang lebih tiga tahun, terus jadi purchasing,” ujar Eno saat ditemui Inilah.com di Koperasi Kelurahan Merah Putih Melawai, Jakarta Selatan, Kamis (16/7/2026).
Menurut Eno, konsep koperasi tidak jauh berbeda dengan ritel modern. Perbedaannya terletak pada harga barang yang cenderung lebih stabil sehingga masyarakat tidak terlalu terbebani saat terjadi kenaikan harga di pasaran.
“Kalau dari harga di Koperasi Merah Putih termasuk yang flat, tidak mahal-mahal banget. Masih bisa disandingkan dengan harga di ritel pada umumnya. Kalau ada kenaikan harga juga tidak terlalu signifikan,” katanya.
Ramai Saat Akhir Pekan, Minuman Jadi Produk Terlaris
Meski berada di kawasan yang ramai, Eno mengaku jumlah pengunjung pada hari kerja masih relatif terbatas. Aktivitas belanja biasanya meningkat pada akhir pekan maupun saat jam makan siang ketika para pekerja kantor di sekitar Blok M Hub datang membeli kebutuhan.
“Kalau hari kerja sepi. Ramainya Sabtu dan Minggu. Kalau hari kerja paling ramai saat jam makan siang orang kantor,” ujarnya.
Produk yang paling banyak dibeli pengunjung adalah minuman. Sementara itu, pelaku usaha atau tenant di kawasan Blok M Hub lebih banyak membeli kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, hingga gas elpiji.
“Kebanyakan minuman. Tapi kalau tenant di sini biasanya ambil sembako, beras, minyak, sama gas dari kita,” kata Eno.
Berharap Pilihan Produk Makin Lengkap
Eno berharap Koperasi Kelurahan Merah Putih ke depan dapat menyediakan lebih banyak pilihan produk agar mampu bersaing dengan ritel modern. Menurutnya, ketersediaan stok juga harus dijaga agar masyarakat tidak kesulitan memperoleh kebutuhan pokok.
“Harapannya semoga barang yang masuk ke koperasi semakin banyak. Sekarang pilihannya masih kalah jauh dibanding ritel di luar. Terus stok barang juga jangan sampai kosong. Seperti sekarang, beras saja sedang kosong. Mudah-mudahan ke depan stok selalu tersedia,” tuturnya.
Ia juga mengaku tidak pernah merasa rendah diri bekerja di koperasi. Baginya, setiap pekerjaan yang dilakukan secara jujur merupakan sumber penghasilan yang patut disyukuri.
“Kalau dibilang gengsi, ya kalau kita gengsi kita enggak akan makan. Jadi enggak gengsi,” ujarnya.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.











