Final Miami Open 2026 sebentar lagi akan dimulai, mempertemukan dua petenis seimbang, Aryna Sabalenka Vs Coco Gauff.
Sabalenka, unggulan teratas sekaligus petenis nomor satu dunia, siap melakukan “apa pun yang diperlukan” demi mempertahankan gelar juara saat menghadapi petenis peringkat empat dunia, Coco Gauff.
Pertemuan ini menjadi babak baru dalam rivalitas sengit keduanya. Sejauh ini, Sabalenka dan Gauff berbagi angka sama kuat dalam 12 pertemuan sebelumnya. Salah satu momen paling ikonik dalam persaingan mereka adalah saat Gauff menumbangkan Sabalenka di final Roland Garros tahun lalu untuk meraih gelar Grand Slam keduanya.
Sabalenka Fokus Diri Sendiri
Meski dihantui sejarah rivalitas yang ketat, Sabalenka menegaskan tidak ingin terjebak pada catatan masa lalu. Petenis Belarusia ini memilih fokus pada perkembangan terkini sang lawan di lapangan.
“Saya tidak pernah menoleh ke belakang saat melawan siapa pun. Tidak peduli bagaimana catatan pertemuan kami. Saya selalu menganggap pertandingan melawan pemain mana pun sebagai laga baru, seolah melawan pemain baru,” ujar Sabalenka.
Sabalenka saat ini tengah berada di puncak performa. Ia mengincar sejarah dengan menyabet gelar “Sunshine Double” (juara Indian Wells dan Miami berturut-turut). Hebatnya, ia melaju ke final Miami Open tanpa kehilangan satu set pun, termasuk kemenangan meyakinkan atas Elena Rybakina di semifinal.
“Akan banyak reli, emosi, agresi, dan kegembiraan. Saya akan datang pada hari Sabtu dengan mentalitas siap melakukan apa pun untuk menang. Saya akan bertarung dan memberikan yang terbaik di setiap poin,” tambahnya.
Tekad Gauff Juara di Rumah Sendiri
Gauff membuka diri kepada pers di Miami. “Bahkan ketika mereka mengatakan pencapaian saya ketika saya berjalan di atau selama pemanasan, itu tidak terasa seperti saya dan saya seperti, ‘Oh, sebenarnya, Anda memiliki karir yang bagus’. Tapi terkadang tidak terasa seperti itu.
“Ketika Anda mengerjakan sesuatu, dan terutama dengan servis saya, rasanya seperti saya seharusnya tidak berada di tempat saya sekarang. Tapi tenis tidak berbohong, bola tidak berbohong, jadi saya hanya harus percaya pada diri saya sendiri,” kata petenis Amerika berusia 22 tahun itu, melalui Reuters.
Gauff kemudian mengalahkan Karolína Muchová 6-1, 6-1, dan kemudian Sabalenka mengalahkan Rybakina 6-4, 6-3, kemenangan yang lebih memerintah daripada final Indian Wells “roulette Rusia” awal bulan ini.
Jalan Coco Gauff menuju final terbilang cukup berliku. Ia harus berjuang melalui laga tiga set di empat pertandingan pertamanya sebelum akhirnya tampil dominan melawan Karolina Muchova di semifinal.
Gauff mengakui bahwa performanya belum sepenuhnya sempurna, terutama terkait masalah servis dan double faults yang kerap menghantuinya. Namun, kemenangan atas Muchova memberikan suntikan kepercayaan diri yang besar, terutama pada pukulan forehand-nya.
“Khususnya dengan servis saya, rasanya seolah saya tidak seharusnya berada di posisi saya sekarang. Namun tenis tidak berbohong, bola tidak berbohong, jadi saya hanya harus percaya pada diri sendiri,” ungkap petenis asal Amerika Serikat tersebut.
Bagi Gauff, laga final ini terasa sangat istimewa. Selain karena lokasi turnamen yang hanya berjarak satu jam dari rumahnya di Delray Beach, ia juga memiliki rekor impresif 9-0 di final lapangan keras.
Gauff sempat ragu untuk tampil di Miami karena masalah saraf pada lengan kirinya saat di Indian Wells. Namun, ambisi besar untuk meraih trofi bergengsi ini mengalahkan rasa sakitnya. “Turnamen ini sangat berarti dan berada di final adalah hal yang luar biasa,” pungkasnya.













