Ilustrasi anak terkena campak. (Foto: Shutterstock)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Epidemiolog sekaligus pakar Global Health Security dari Griffith University dan Universitas YARSI, Dr. Dicky Budiman, PhD mendesak pemerintah pusat maupun daerah segera mengambil langkah cepat menyusul meningkatnya kasus campak pada anak di Indonesia.
Merujuk laporan World Health Organization (WHO), kasus campak di Indonesia menunjukkan tren kenaikan sejak 2022 hingga 2023. Kejadian yang di dapat di lapangan hingga saat ini, mayoritas kasus tercatat menyerang anak usia sekolah, terutama kelompok yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.
“Nah, apa yang harus kita lakukan, khususnya pemerintah dalam hal ini, atau Dinas Kesehatan? Tentu yang pertama adalah active case finding yang agresif, jangan menunggu laporan pasif,” kata Dicky saat dihubungi inilah.com, Jakarta, Sabtu (16/5/2026).
“Kemudian juga outbreak response immunization, ini yang paling penting karena harus ada vaksinasi cepat di sekolah terdampak, juga sweeping anak dengan status imunitas tidak lengkap,” ujarnya menambahkan.
Langkah berikutnya, kata Dicky adalah memperkuat integrasi dan koordinasi antara Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan.
Menurutnya, aspek ini kerap menjadi titik lemah dalam penanganan wabah, lantaran koordinasi antarinstansi masih sulit dilakukan jika belum ditopang sistem yang matang serta komunikasi risiko yang memadai.
“Dan komunikasi risiko yang benar ini menjadi sangat penting karena kesalahan terbesar di banyak negara adalah terlambat melawan hoaks vaksin,” tuturnya.
“Termasuk komunikasi risiko ini juga bisa memfasilitasi koordinasi dan komunikasi di antara lembaga pemerintah atau sektor-sektor terkait. Dan tentu perlu ada perbaikan data dan surveilans digital yang ini bisa dalam bentuk dashboard real-time,” ujarnya.
Sementara itu, Dicky juga menyampaikan pesan khusus terhadap masyarakat terutama orang tua, guna mencegah potensi risiko campak pada anak. Ia meminta agar orang tua wajib memastikan anak mendapat dua dosis imunisasi campak secara lengkap.
“Ini adalah intervensi paling efektif. Dua dosis vaksin campak ini yang memberikan proteksi sangat penting,” tegasnya.
Ia juga meminta orang tua untuk tidak memaksa anak bersekolah ketika mengalami sakit, dengan gejala demam, batuk, pilek, mata merah hingga muncul ruam pada kulit. Orang tua diminta segera membawa anak ke dokter dan melakukan isolasi sementara apabila mengalami gejala tersebut.
“Kemudian juga latih anak untuk etika batuk dan ventilasi yang baik juga di rumah dan juga di sekolah. Kemudian, perhatikan status gizi anak ya, karena malnutrisi mempercepat campak. Vitamin A juga penting karena dapat menurunkan komplikasi dan mortalitas dari campak itu sendiri,” katanya.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.













