Jude Bellingham: 2025 Tahun yang Buruk!

Ibnu Medium.jpeg

Rabu, 31 Desember 2025 – 19:12 WIB

Jude Bellingham dari Real Madrid merayakan gol ketiga timnya selama pertandingan LaLiga EA Sports antara Real Madrid CF dan FC Barcelona di Estadio Santiago Bernabeu pada 21 April 2024 di Madrid, Spanyol. (Foto: David Ramos, Getty Images)

Jude Bellingham dari Real Madrid merayakan gol ketiga timnya selama pertandingan LaLiga EA Sports antara Real Madrid CF dan FC Barcelona di Estadio Santiago Bernabeu pada 21 April 2024 di Madrid, Spanyol. (Foto: David Ramos, Getty Images)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Gelandang bintang Real Madrid, Jude Bellingham, secara terbuka mengakui bahwa tahun 2025 adalah periode yang mengecewakan bagi raksasa La Liga tersebut. Menutup tahun tanpa satu pun trofi mayor, Bellingham menegaskan ambisinya untuk mengembalikan Los Blancos ke jalur juara mulai awal 2026.

Tahun 2025 menjadi catatan kelam bagi Madrid. Mereka harus puas menjadi runner-up di bawah rival abadi Barcelona, baik di La Liga maupun Copa del Rey. Di panggung Eropa, langkah mereka dihentikan oleh Arsenal di Liga Champions, sementara di Piala Dunia Antarklub, mereka takluk dari Paris Saint-Germain di babak semifinal.

Janji untuk Madridista

Dalam sesi latihan terbuka di Valdebebas, Selasa (30/12), menjelang kembalinya kompetisi pasca-jeda Natal, Bellingham menyuarakan tekadnya.

“Mari berharap untuk trofi,” ujar Bellingham kepada Real Madrid TV saat ditanya resolusi tahun barunya. “Para penggemar pantas mendapatkannya. Tahun 2025 sedikit buruk. Jadi di tahun baru, kami menginginkan trofi.”

Peluang pertama untuk menebus kegagalan tersebut akan hadir pada Januari ini melalui ajang Piala Super Spanyol (Supercopa de Espana) yang akan digelar di Jeddah, Arab Saudi.

Kembalinya Bellingham Pasca-Operasi

Bellingham sendiri mengalami tahun yang menantang secara fisik. Ia menjalani operasi bahu musim panas lalu setelah Piala Dunia Antarklub, yang menunda debutnya di La Liga musim ini hingga akhir September.

Meski start-nya terlambat, kontribusi pemain timnas Inggris ini mulai terlihat. Sejauh musim ini berjalan, ia telah mencetak empat gol dan memberikan tiga assist di liga domestik, serta masing-masing satu gol dan assist di Liga Champions.

Tekanan di Pundak Xabi Alonso

Komentar Bellingham muncul di tengah situasi pelik yang dihadapi pelatih Xabi Alonso. Madrid sebenarnya memulai musim dengan gemilang, memenangkan 13 dari 14 pertandingan awal. Namun, performa mereka merosot drastis dengan tiga hasil imbang dan tiga kekalahan dalam kurun waktu sebulan, yang membuat masa depan Alonso sempat dipertanyakan.

Situasi sedikit mereda sebelum Natal setelah Madrid mencatatkan tiga kemenangan beruntun melawan Alaves, Talavera de la Reina, dan Sevilla.

Namun, ujian sesungguhnya bagi Alonso masih menanti. Madrid akan kembali beraksi melawan Real Betis pada hari Minggu, sebelum menghadapi ujian berat melawan rival sekota, Atletico Madrid, dalam semifinal Supercopa di Jeddah pekan depan. Bagi Bellingham dan Alonso, 2026 adalah tahun pembuktian.