John Herdman Samakan Ramadhan Sananta dengan Top Skor Prancis Sepanjang Masa

Ibnu Medium.jpeg

Senin, 30 Maret 2026 – 03:57 WIB

Pesepak bola Timnas Indonesia Ramadhan Sananta (kiri) berebut bola dengan pesepak bola Saint Kitts and Nevis Yohannes Mitchum (tengah) dan Ethan Bristow (kanan) saat pertandingan FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Jumat (27/3/2026).(Foto: Antara)

Pesepak bola Timnas Indonesia Ramadhan Sananta (kiri) berebut bola dengan pesepak bola Saint Kitts and Nevis Yohannes Mitchum (tengah) dan Ethan Bristow (kanan) saat pertandingan FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Jumat (27/3/2026).(Foto: Antara)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, pasang badan membela penyerangnya, Ramadhan Sananta, yang belakangan menjadi sasaran kritik tajam di media sosial. 

Hujatan tersebut muncul lantaran Sananta gagal mencetak gol saat skuad Garuda membantai Saint Kitts dan Nevis 4-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jumat lalu.

Meski bermain selama 72 menit tanpa mencatatkan namanya di papan skor, performa striker berusia 23 tahun itu justru mendapat apresiasi tinggi dari sang pelatih. Herdman dengan tegas menyatakan bahwa publik sepak bola Tanah Air harus lebih jeli melihat kontribusi taktis seorang pemain di atas lapangan.

Berbicara usai memimpin sesi latihan di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (29/3), pelatih asal Inggris itu membandingkan peran krusial Sananta dengan striker top skor sepanjang masa Prancis, Olivier Giroud, saat menjuarai Piala Dunia 2018.

“Beberapa komentar di media sosial tidak pantas. Kita harus punya standar yang lebih baik sebagai bangsa,” buka Herdman tegas.

“Perannya (Sananta) adalah membuka ruang, menjadi lini pertama dalam melakukan pressing. Jika Anda lihat Olivier Giroud, dia pernah tidak mencetak satu gol pun di Piala Dunia 2018, tapi dia tidak dikritik karena kontribusinya untuk tim sangat besar,” tambahnya.

Jadi ‘Pelayan’ Bintang Lainnya

Dalam skema taktik hibrida yang diterapkan Herdman, Sananta memang ditugaskan sebagai pekerja keras (unsung hero) yang rela berkorban demi kelancaran sistem permainan. Pergerakan tanpa bolanya terbukti efektif merusak konsentrasi bek lawan, yang pada akhirnya memberikan ruang tembak bagi pemain lain.

“Sananta adalah pemain seperti itu. Dia bermain untuk tim,” puji Herdman. “Pergerakannya membuka ruang bagi Ole Romeny, Ragnar (Oratmangoen), Beckham (Putra), dan lainnya.”

Lebih lanjut, mantan pelatih Timnas Kanada ini menyayangkan sikap segelintir suporter yang menyerang mental pemainnya, padahal Sananta memiliki rasa nasionalisme yang luar biasa.

“Jadi saya harap suporter bisa lebih tenang dan menghargai kerja kerasnya. Dia sangat bangga menjadi orang Indonesia, dan sulit melihat kritik berlebihan terhadap pemain seperti dia. Kita harus menjadi lebih baik sebagai bangsa,” imbaunya.

Kualitas Sananta sebagai finisher sebenarnya tidak perlu diragukan. Musim ini, striker kelahiran Daik tersebut tampil tajam dengan torehan empat gol dan dua assist bersama klub barunya di Liga Malaysia, DPMM FC. Di level Timnas senior, ia juga sudah membukukan 17 caps dan menyumbang enam gol.

“Kami membutuhkan Ramadhan Sananta,” tutup Herdman dengan nada meyakinkan, menggaransi posisi sang striker di skuad Garuda.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang