Jalur Puncak-Cipanas Banjir Hebat, Ini Biang Keroknya!

Kawasan wisata Puncak-Cipanas kembali mencekam. Hujan deras yang mengguyur wilayah utara Cianjur baru-baru ini tidak hanya menyisakan genangan, tetapi mengubah jalan protokol menjadi aliran sungai berlumpur.

Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Cianjur akhirnya buka suara mengenai alasan mengapa jalur nasional ini tak kunjung absen dari banjir tahunan.

Alih Fungsi Lahan

Sekretaris Dinas PUTR Cianjur, Bambang, mengungkapkan bahwa faktor utama banjir bukan sekadar hujan, melainkan perubahan drastis tutupan lahan di wilayah Kecamatan Pacet dan Cipanas.

Lahan yang dulunya rimbun dengan tanaman keras (pohon besar) kini banyak yang berubah fungsi menjadi ladang tanaman musiman seperti cabai.

Akibatnya, tanah tidak lagi mampu menyerap air hujan secara maksimal, memicu erosi hebat, dan mengirimkan sedimen lumpur langsung ke badan jalan.

“Air langsung turun ke pemukiman dan menutup jalan utama Puncak-Cianjur karena resapan air yang sangat minim,” ujar Bambang.

Darurat Lingkungan di Cibeber dan Campaka

Kondisi serupa juga menghantui wilayah Cianjur Selatan. Di Kecamatan Cibeber dan Campaka, luapan Sungai Cikondang dilaporkan telah merendam pemukiman warga hingga merusak tanggul darurat.

Tim dari Bidang Sumber Daya Air (SDA) kini tengah dikerahkan untuk menyisir area hulu guna mendeteksi adanya kerusakan lingkungan yang lebih parah.

Puluhan Tahun Menunggu

Dampak banjir ini dirasakan langsung oleh warga di Jalan Raya Ciherang-Pacet. Selain kendaraan yang sulit melintas dan risiko kecelakaan, warga harus berjibaku dengan lumpur dan sampah yang masuk ke dalam rumah setiap kali hujan reda.

Cepi Murodhi (40), salah satu warga Ciherang, menyuarakan kekecewaannya. Menurutnya, masalah drainase buruk ini sudah terjadi selama puluhan tahun namun belum mendapatkan solusi permanen dari pemerintah pusat maupun daerah.

Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah mulai melakukan beberapa langkah strategis seperti Reboisasi: Penanaman kembali pohon keras di titik-titik kritis untuk mengembalikan fungsi resapan.

Tim PUTR mulai melakukan pembersihan sampah dan pengerukan sedimen di saluran drainase utama.

Mengurangi risiko kecelakaan dengan menutup lubang drainase di sepanjang jalur Pacet-Cipanas.

Kawasan Puncak tetap menjadi magnet wisata, namun kewaspadaan ekstra sangat diperlukan bagi pengendara yang melintas saat cuaca ekstrem melanda wilayah ini.