Pakai Topeng Messi, 2 Maling “Asing” Gasak Rp1 Miliar di Rancamaya Bogor!

Sebuah aksi kriminalitas tak lazim layaknya film action Hollywood mengguncang kawasan elite Rancamaya, Bogor Selatan.

Komplotan perampok spesialis rumah mewah asal China sukses menggasak harta senilai lebih dari Rp1 miliar dengan modus operandi yang bikin geleng-geleng kepala: pakai topeng wajah bintang sepak bola dunia, Lionel Messi!

Aksi nekat ini terungkap setelah Polresta Bogor Kota bekerja sama dengan Imigrasi membekuk dua dari empat pelaku, berinisial RW dan JW.

Keduanya diringkus saat mencoba kabur melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, pada Sabtu (2/5/2026).

Modus “GOAT” untuk Mengelabui CCTV

Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, AKP Aji Riznaldi, mengungkapkan bahwa penggunaan topeng peraih Ballon d’Or tersebut sengaja dilakukan untuk menyamarkan identitas agar tidak terekam kamera pengawas (CCTV).

“Berdasarkan analisa CCTV, terlihat para pelaku berbadan tegap dan menggunakan topeng wajah Lionel Messi. Mereka sangat profesional, menggunakan sarung tangan hitam dan membawa batang besi khusus untuk membongkar brankas,” ujar AKP Aji dalam konferensi pers, Selasa (5/5/2026).

Rp1 Miliar Raib dalam Semalam

Saat kejadian, pemilik rumah yang merupakan seorang pengusaha WNI sedang berada di China. Korban hanya bisa menyaksikan rumahnya diacak-acak melalui notifikasi ponsel.

Daftar barang yang lari ke tangan komplotan “Messi” ini sangat fantastis, di antaranya, uang tunai Rp500 juta. Logam mulia 150 gram dan berbagai perhiasan emas. 10 jam tangan mewah merek JC. Surat berharga (STNK & SIM).

Sindikat Perampok Antarnegara

Polisi menduga kuat bahwa ini adalah jaringan perampok lintas negara. Polanya sangat rapi, mereka masuk ke sebuah negara di Asia, beraksi selama sebulan, terbang kembali ke negara asal untuk mengamankan barang bukti, lalu pindah ke target negara berikutnya.

“Mereka ini bisa dikatakan perampok antarnegara. Kita sedang mendalami jejak mereka di berbagai negara Asia lainnya dengan pola yang hampir sama,” tambah AKP Aji.

Terjebak Teknologi AutogatePelarian RW dan JW berakhir tragis di Bali. Saat hendak melewati mesin autogate bandara, sistem Subject of Interest milik Imigrasi langsung menolak data mereka.

Alarm berbunyi, dan impian mereka untuk pulang ke China membawa kesuksesan pun kandas di tangan petugas.Saat ini, polisi masih memburu dua pelaku lainnya, AL dan LS, yang telah ditetapkan sebagai DPO.

Koordinasi dengan Hubinter terkait penerbitan Red Notice tengah dilakukan guna menutup ruang gerak komplotan bertopeng Messi ini di seluruh dunia.