Jalan bergelombang dan berlubang ditemukan di sepanjang Jalan RS Fatmawati Raya, Jakarta Selatan viral di media sosial. Kerusakan ini tersebar di puluhan titik dan dinilai membahayakan pengendara, terutama di jalur padat yang menjadi salah satu arteri utama kawasan tersebut.
Sejumlah titik kerusakan yang mencolok berada di depan minimarket setelah perempatan TB Simatupang serta di sekitar dealer Toyota di Jalan Fatmawati. Mayoritas lubang merupakan bekas galian dengan diameter mencapai sekitar 50 sentimeter. Bahkan, di beberapa titik, besi sisa galian masih terlihat mencuat ke permukaan jalan.
Kondisi ini kerap memicu kecelakaan. Pengendara yang melaju dengan kecepatan tinggi berisiko kehilangan kendali akibat permukaan jalan yang tidak rata.
Bambang (58), seorang tukang parkir di lokasi, mengatakan kerusakan jalan tersebut sudah berlangsung lama dan belum mendapat perbaikan menyeluruh.”Sudah lama, Pak. Ada yang permukaannya goyang karena manhole. Ini juga banyak bekas galian,” kata Bambang saat berbincang dengan inilah.com.
Ia mengungkapkan, sejumlah pengendara pernah menjadi korban akibat jalan berlubang tersebut. Permukaan jalan yang tidak rata membuat kendaraan mudah oleng.”Pernah ada yang jatuh. Jalannya kan legok-legok, retaknya besar, jadi oleng,” ujarnya.
Bambang berharap pemerintah segera melakukan perbaikan agar kondisi jalan kembali aman dan nyaman dilalui.“Harapannya dirapikan, dibuat rata antara jalur kiri dan kanan, supaya pengguna jalan lebih nyaman,” ucapnya.
Malam Lebih Bahaya
Keluhan serupa disampaikan Dodi (30), seorang pengendara motor. Ia mengaku pernah mengalami ban bocor akibat besi yang mencuat dari bekas galian di jalan tersebut.
“Waktu itu malam, saya mau ke arah RS Fatmawati. Baru sampai dekat MRT Blok A, ban kena besi bekas galian. Akhirnya harus dorong motor karena tidak ada tukang tambal ban,” kata Dodi.
Ia berharap perbaikan segera dilakukan, mengingat Jalan Fatmawati merupakan jalur vital dengan lalu lintas kendaraan yang tinggi setiap hari.
Fenomena jalan rusak tidak hanya terjadi di ruas utama seperti Jalan Fatmawati. Kerusakan jalan lingkungan di sejumlah wilayah Jakarta juga kembali menjadi sorotan. Meski kerap dianggap sepele, lubang-lubang kecil di jalan justru dinilai membahayakan, terutama bagi pengendara sepeda motor.
Viral di Medsos
Keluhan ini ramai disuarakan warga melalui media sosial. Banyak yang mengunggah kondisi jalan berlubang yang kerap luput dari perhatian, bahkan baru ditangani setelah viral.
Salah satu warga Jakarta Pusat, Rudi (38), mengaku hampir terjatuh saat melintasi jalan di sekitar permukimannya. Ia menyebut lubang di jalan tersebut kerap tertutup genangan air saat hujan.
“Kelihatannya kecil, tapi dalam. Apalagi kalau habis hujan, enggak kelihatan sama sekali. Saya pernah hampir jatuh karena enggak sadar ada lubang,” terang Rudi.
Keluhan serupa disampaikan Siti (41), warga Jakarta Barat. Ia menilai perbaikan jalan sering kali tidak bertahan lama karena hanya ditambal sementara.“Biasanya cuma ditutup seadanya. Enggak lama rusak lagi. Nunggu viral dulu baru dibenerin serius,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi ini membuat warga harus ekstra hati-hati setiap melintas, terutama di jalan-jalan kecil yang padat aktivitas.“Di sini banyak anak sekolah sama ibu-ibu naik motor. Kalau sampai jatuh kan bahaya,” tambahnya.
Dari pantauan di media sosial, sejumlah titik jalan rusak tersebar di berbagai wilayah, mulai dari jalan lingkungan hingga ruas penghubung antarpermukiman. Tidak sedikit warga yang menyebut laporan mereka baru mendapat respons setelah ramai diperbincangkan.
Sejumlah warga berharap pemerintah dapat lebih responsif tanpa harus menunggu keluhan viral terlebih dahulu. Selain itu, mereka juga meminta perbaikan dilakukan secara menyeluruh agar tidak cepat rusak kembali.“Harapannya sih jangan nunggu rame dulu. Kalau bisa dicek rutin, jadi enggak nunggu ada korban,” kata Rudi.
Masalah jalan rusak di tingkat lingkungan ini menunjukkan bahwa persoalan infrastruktur di ibu kota tidak selalu soal proyek besar. Kerusakan kecil yang tersebar justru bisa berdampak langsung pada keselamatan warga sehari-hari.













