Inilah Profil 5 Komisioner OJK yang Diputus Komisi XI DPR Lewat F&P yang Serba Dadakan

Dalam waktu singkat, Komisi XI DPR menetapkan lima anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK) periode 2026–2031. Kelimanya merupakan hasil uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test/F&P) yang digelar ‘dadakan’ terhadap 10 kandidat yang diusulkan Presiden Prabowo.

Keputusan tersebut diambil melalui rapat internal Komisi XI DPR yang dipimpin ketuanya, Mukhamad Misbakhun pada Rabu (11/3/2026). Dikatakan Misbakhun, hasil seleksi tersebut merupakan keputusan bersama anggota komisi setelah seluruh kandidat memaparkan visi dan rencana kerja di hadapan DPR.

“Komisi XI DPR memutuskan hasil uji kelayakan terhadap calon anggota Dewan Komisioner OJK melalui rapat internal yang diputuskan secara musyawarah untuk mufakat,” ujar Misbakhun.

Ia menambahkan, hasil keputusan tersebut selanjutnya akan dibawa ke rapat paripurna DPR untuk disahkan. “Komisi XI akan menyampaikan hasil keputusan rapat internal ini untuk ditetapkan dalam rapat paripurna DPR RI,” kata Misbakhun.

Seleksi anggota Dewan Komisioner OJK dilakukan setelah empat pejabat OJK mengundurkan diri pada akhir Januari 2026.

Para pejabat yang mengundurkan diri adalah Ketua DK OJK Mahendra Siregar; Wakil Ketua DK OJK Mirza Adityaswara; Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi; serta Deputi Komisioner Pengawas Emiten dan Bursa Karbon OJK Aditya Jayaantara.

Rapat paripurna yang akan menetapkan lima komisioner baru OJK tersebut dijadwalkan berlangsung pada 12 Maret 2026. Kelima anggota DK OJK yang menang adalah Friderica Widyasari Dewi, Hernawan Bekti Sasongko, Hasan Fawzi, Dicky Kartikoyono dan Adi Budiarso.

Berikut Profil 5 Pimpinan OJK Periode 2026-2031:

1. Friderica Widyasari Dewi

Friderica Widyasari Dewi yan akrab disapa Kiki, dipercaya sebagai Ketua Dewan Komisioner OJK periode 2026-2031. Dia adalah alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM) dan melanjutkan pendidikan master di California State University, Amerika Serikat.

Perempuan kelahiran Cepu, Jawa Tengah pada 28 November 1975 itu, sebelumnya menjabat sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK.

Ia juga sempat ditunjuk sebagai Penjabat sementara Ketua Dewan Komisioner OJK setelah Mahendra Siregar mengundurkan diri akhir Januari 2026. Sebelum berkarier di OJK, Kiki adalah Direktur Pengembangan Pasar PT Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2009–2015.

2. Hernawan Bekti Sasongko

Komisi XI DPR memilih Hernawan Bekti Sasongko sebagai Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK. Hernawan yang alumnus Royal Melbourne Institute of Technology, Australia itu, sebelumnya adalah anggota Badan Supervisi OJK.

Hernawan juga pernah berkarier sebagai Senior Economist Bank Indonesia pada 2003–2006. Dia pun menjabat Komisaris Utama PT Kliring Berjangka Indonesia hingga saat ini.

3. Hasan Fawzi

Untuk posisi Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon, Komisi XI DPR menunjuk Hasan Fawzi, alumni Institut Teknologi Bandung (ITB).

Hasan pernah menjabat Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK.

Kariernya di sektor pasar modal dimulai di PT Kliring Depositori Efek Indonesia dengan posisi terakhir sebagai Kepala Departemen Pengembangan Sistem pada 1993-1997.

Hasan juga pernah menjabat sebagai Komisaris Utama PT PEFINDO Biro Kredit (2022-2023), Komisaris Utama dan Independen PT RHB Sekuritas Indonesia (2022-2023), dan Komisaris Independen PT Merdeka Battery Materials Tbk (2023).

4. Dicky Kartikoyono

Dicky Kartikoyono dipilih sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen. Sebelumnya, Dicky menjabat Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI.

Ia sempat mencalonkan diri sebagai Deputi Gubernur BI, namun gagal lolos dalam fit and proper test di DPR, karena bersaing dengan Thomas Djiwandono, keponakan Presiden Prabowo Subianto.

5. Adi Budiarso

Nama terakhir yang dipilih adalah Adi Budiarso yang akan menjabat sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto.

Sebelum maju dalam seleksi anggota Dewan Komisioner OJK, Adi menjabat Direktur Pengembangan Perbankan, Pasar Keuangan, dan Pembiayaan Lainnya di Direktorat Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan Kementerian Keuangan.

Ia juga pernah mengikuti seleksi anggota OJK pada 2023 dan lolos hingga tahap IV yang diumumkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Saat itu Adi menjabat sebagai Kepala Pusat Kebijakan Sektor Keuangan Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan.