Inilah Daftar Calon Pelatih Baru MU: Glasner, Southgate, hingga Thomas Tuchel

Ibnu Medium.jpeg

Selasa, 6 Januari 2026 – 05:05 WIB

Gareth Southgate, Pelatih Kepala Inggris, memperhatikan jalannya pertandingan sebelum final UEFA EURO 2024 antara Spanyol dan Inggris di Olympiastadion pada 14 Juli 2024 di Berlin, Jerman. (Foto: Dan Mullan/Getty Images)

Gareth Southgate, Pelatih Kepala Inggris, memperhatikan jalannya pertandingan sebelum final UEFA EURO 2024 antara Spanyol dan Inggris di Olympiastadion pada 14 Juli 2024 di Berlin, Jerman. (Foto: Dan Mullan/Getty Images)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Gelombang pesan perpisahan mengalir dari ruang ganti Manchester United pasca-pemecatan Ruben Amorim, Senin (5/1). Meski masa jabatannya berakhir dengan ketegangan antara pelatih dan manajemen, para pemain senior The Red Devils tetap menunjukkan rasa hormat mereka kepada pelatih asal Portugal tersebut.

Harry Maguire dan kapten tim, Bruno Fernandes, menjadi sosok pertama yang memecah keheningan di media sosial, hanya beberapa jam setelah klub mengumumkan berakhirnya kerja sama dengan Amorim.

“Terima Kasih, Bos”

Harry Maguire, bek tengah senior Inggris, mengunggah pesan tulus melalui Instagram Story miliknya.

harry maguire.jpg

“Terima kasih untuk segalanya, bos. Saya mendoakan yang terbaik untuk masa depan Anda,” tulis Maguire.

Tak lama berselang, Bruno Fernandes mengirimkan pesan perpisahan kepada kompatriotnya tersebut. Hubungan kedekatan sesama orang Portugal membuat perpisahan ini terasa personal bagi sang kapten.

“Terima kasih, Mister! Semoga Anda dan staf pelatih selalu sukses,” tulis Fernandes singkat namun penuh makna.

Jejak mereka diikuti oleh sederet pemain lain seperti Mason Mount, Amad Diallo, Diogo Dalot, dan Matthijs de Ligt yang turut mengunggah doa terbaik bagi pelatih berusia 39 tahun tersebut.

“Rapor Merah” Statistik Amorim

Di balik sentimen hangat para pemain, data menunjukkan realitas pahit yang menjadi dasar pemecatan Amorim. Didatangkan pada November 2024 dengan harapan tinggi—sempat membawa tim ke final Liga Europa meski kalah dari Tottenham—performa domestik United justru terjun bebas.

Ruben Amorim, Manajer Manchester United, memberikan tepuk tangan kepada para penggemar setelah pertandingan Liga Premier antara Manchester United dan Arsenal di Old Trafford pada 17 Agustus 2025 di Manchester, Inggris. (Foto: Michael Regan/Getty Images)

Amorim meninggalkan Old Trafford dengan catatan statistik yang mengkhawatirkan:

  • Rasio Kemenangan Terburuk: Hanya 32%, angka terendah dibandingkan pelatih-pelatih United modern sebelumnya.
  • Pertahanan Rapuh: Rata-rata kebobolan 1,5 gol per pertandingan, tertinggi dalam sejarah terkini klub.
  • Minim Clean Sheet: Persentase nirbobol hanya menyentuh angka 15%.

Puncak dari segalanya adalah hasil imbang 1-1 melawan Leeds United pada Minggu (4/1), yang disusul oleh konferensi pers eksplosif di mana Amorim mengkritik manajemen klub secara terbuka.

Fletcher Interim, Siapa Selanjutnya?

Kini, kursi panas Old Trafford untuk sementara diduduki oleh Darren Fletcher. Mantan gelandang United itu akan memimpin tim dalam laga tandang melawan Burnley, Kamis ini.

Manajemen United dilaporkan tengah menimbang opsi pelatih interim hingga akhir musim sembari membidik nama besar untuk proyek jangka panjang.

Bursa pelatih pengganti pun mulai memanas. Beberapa nama yang mencuat ke permukaan meliputi:

  • Gareth Southgate: Favorit lama manajemen.
  • Oliver Glasner: Pelatih Crystal Palace yang kontraknya habis akhir musim ini.
  • Xavi Hernandez: Mantan pelatih Barcelona yang kini berstatus bebas transfer.
  • Thomas Tuchel: Opsi menarik yang baru bisa tersedia setelah Piala Dunia 2026 usai tugasnya bersama Timnas Inggris selesai.

Saat ini, United masih tertahan di posisi enam klasemen Liga Inggris, terpaut tiga poin dari Liverpool di peringkat empat. Tantangan berat menanti Fletcher, karena selain laga kontra Burnley, United harus menjamu Brighton di putaran ketiga Piala FA akhir pekan nanti.