Deputy Dept Head Leasing & Casual Leasing IDD PIK 2, Andrian Gunawan saat pameran WBook: Life is Pattern di Townhall IDD, PIK 2, Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (19/6/2026). (Foto: Inilah.com/Harris)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Indonesia Design District (IDD) PIK 2 berkomitmen untuk terus memperkuat posisinya sebagai hub kreatif. Tidak tanggung-tanggung, pengelola kawasan ini menargetkan IDD dapat menjadi kiblat bagi para desainer dan arsitek di Asia Tenggara (ASEAN).
Deputy Dept Head Leasing & Casual Leasing IDD PIK 2, Andrian Gunawan, mengatakan, pihaknya akan menghadirkan sejumlah gebrakan baru pada acara Indonesia Design Week (IDW) 2026 mendatang untuk mencapai target tersebut.
Hal itu disampaikannya di sela-sela pembukaan penyelenggaraan kegiatan desain dan arsitektur, termasuk peluncuran buku dan pameran WBook: Life is Pattern yang digelar di Townhall IDD, PIK 2, Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (19/6/2026).
Rangkaian pameran instalasi hasil kolaborasi W_ bersama lima arsitek ternama itu sendiri berlangsung pada 19-22 Juni 2026.
“Untuk target, kami memang segmennya ingin mengundang para arsitek ataupun desainer interior, karena kebanyakan tenant-tenant IDD di sini mengandalkan project sales. Jadi penjualan mereka itu lebih ke proyek untuk hotel dan untuk vila. Makanya kami sangat butuh para arsitek ataupun desainer untuk mengetahui bahwa IDD ini ada,” ujar Andrian.
Ketika ditanya mengenai prioritas keterlibatan antara desainer lokal atau internasional, Andrian menegaskan IDD kini tengah bersiap melebarkan sayapnya ke panggung global melalui ajang IDW yang dijadwalkan berlangsung pada 18-27 September 2026 mendatang.
“Betul. Namun untuk saat ini kami juga sedang mencoba ekspansi untuk mengundang para desainer ataupun arsitek internasional. Kami ada annual event juga namanya Indonesia Design Week (IDW). Tahun ini kami akan mengundang Salone Satellite dari Milan. Harapannya, itu dapat mengundang para arsitek ataupun desainer interior se-ASEAN dulu, jadi tidak hanya lokal Indonesia saja,” jelasnya.
Bagi pengelola kawasan, kehadiran pameran-pameran berskala besar seperti Life is Pattern memberikan dampak positif yang nyata bagi ekosistem bisnis di dalam IDD.
“Kalau IDD, pastinya kami sangat senang kalau misalkan tenant-tenant kami happy. Tenant kami akan happy kalau misalkan para profesional arsitek dan desainer itu dapat hadir ke sini,” tambahnya.
Pun saat ini, tingkat keterisian unit di salah satu pusat ritel furnitur dan desain terbesar ini telah terisi penuh. Total ada sekitar 200 brand yang bermukim di IDD.
Melihat tingginya permintaan pasar dan antusiasme dari pelaku industri, pihak pengelola tidak tinggal diam. Andrian membocorkan saat ini IDD sedang menyiapkan proyek ekspansi untuk memperluas area pameran dan komersial mereka.
“Sudah full occupancy dan kami saat ini sedang ekspansi lagi untuk IDD 2. Di area samping IDD ini juga. Itu kurang lebih untuk 20 tenant. Iya, bisa 50 sampai 60 brand,” terangnya.
Menatap sisa tahun ini, manajemen IDD memastikan fokus utama mereka sepenuhnya untuk menyukseskan agenda akbar pameran desain tahunan pada September mendatang sebagai wadah kolaborasi terbesar.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.













