HP Android Jenis Ini Segera Divonis Mati Google, Simak Penyebabnya!

Peringatan merah bagi pengguna ponsel Android lawas. Google baru saja merilis data yang cukup meresahkan: lebih dari 40% perangkat Android aktif di seluruh dunia kini beroperasi tanpa ‘perisai’ keamanan memadai. Artinya, lebih dari 1 miliar ponsel saat ini terbuka lebar bagi serangan malware dan spyware.

Masalah utamanya bukan pada kerusakan mendadak, melainkan “kematian perlahan” dari dukungan perangkat lunak (software). Jutaan pengguna ternyata masih nyaman menggunakan versi Android yang sudah tidak lagi didukung penuh oleh Google.

Garis Merah: Android 12 ke Bawah

Berdasarkan data distribusi Android terbaru per Desember 2025, hanya sekitar 58% perangkat yang menjalankan Android 13 atau yang lebih baru. Sisanya? Masuk dalam zona merah.

Ponsel yang masih menjalankan Android 12 atau versi di bawahnya kini resmi berada di luar jaring pengaman Google. Mereka tidak lagi menerima pembaruan sistem keamanan level kritis (critical system-level security fixes). Tanpa patch ini, celah keamanan baru yang ditemukan peretas tidak akan pernah ditambal.

Data Adopsi Android (Desember 2025):

Android 16: 7,5% (Paling aman)

Android 15: 19,3%

Android 14: 17,9%

Android 13: 13,9%

Samsung Pangkas Dukungan, Kesenjangan Melebar

Situasi diperparah dengan kebijakan manufaktur yang mulai memangkas dukungan untuk seri flagship lama mereka. Samsung, misalnya, telah mengonfirmasi bahwa seri Galaxy S21, S21 Plus, dan S21 Ultra sudah tidak lagi menerima pembaruan Android maupun keamanan.

Nasib serupa, meski sedikit lebih baik, dialami seri Galaxy S22 dan S21 FE yang status pembaruannya diturunkan dari bulanan menjadi kuartalan. Perlambatan siklus ini otomatis memperlebar “jendela waktu” bagi peretas untuk mengeksploitasi kerentanan sebelum perbaikan tiba.

Berbeda dengan Apple yang mengontrol penuh ekosistem hardware dan software, nasib pengguna Android sangat bergantung pada kebijakan masing-masing pabrikan ponsel.

Solusi “Obat Merah” dari Google

Menanggapi risiko ini, juru bicara Google mengatakan kepada Forbes bahwa mereka tidak lepas tangan sepenuhnya. Fitur Google Play Protect masih memberikan perlindungan terbatas hingga perangkat lawas berbasis Android 7.

“Google Play Protect terus mendukung perangkat hingga Android 7 untuk menjaga keamanan pengguna melalui pemindaian malware secara real-time,” ujar juru bicara Google.

Namun, para pakar keamanan sepakat: Play Protect hanyalah lapisan luar. Tanpa pembaruan sistem inti (OS), “jantung” ponsel tetap rentan dibobol. Bagi pengguna yang masih memegang perangkat Android 12 ke bawah, opsi paling aman saat ini hanyalah satu: ganti perangkat ke model yang lebih baru.