Liga Champions
Vinicius mendapat kartu kuning karena selebrasinya setelah mencetak gol kelas dunia. (Foto: Getty images)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Gol tunggal Vinícius Júnior membawa Real Madrid menundukkan Benfica 1-0 pada leg pertama playoff 16 besar Liga Champions di Stadion Da Luz, Lisbon, Rabu (18/2) dini hari WIB. Hasil ini menjadi modal penting bagi wakil Spanyol sebelum menjalani leg kedua di Santiago Bernabeu pekan depan.
Berdasarkan catatan resmi UEFA, gol kemenangan Madrid lahir pada menit ke-50. Vinícius memaksimalkan ruang di sisi kiri sebelum melepaskan tendangan terukur yang tak mampu diantisipasi kiper Benfica, Anatoliy Trubin. Gol tersebut menjadi pembeda dalam laga yang berjalan dengan intensitas tinggi sejak awal.
Sejak menit awal, Madrid langsung mengambil inisiatif serangan. Peluang pertama hadir lewat sepakan Kylian Mbappé yang masih bisa dimentahkan Trubin. Benfica merespons melalui sundulan Tomas Araujo, namun upaya tersebut terlalu lemah dan mudah diamankan Thibaut Courtois.
Madrid terus menekan. Arda Güler sempat mengancam lewat tembakan jarak jauh, tetapi kembali digagalkan Trubin yang tampil solid di bawah mistar. Hingga turun minum, tim tamu mendominasi penguasaan bola, sementara Benfica mengandalkan serangan balik cepat.

Memasuki babak kedua, tekanan Madrid berbuah hasil. Skema serangan yang rapi diakhiri oleh eksekusi Vinícius pada menit ke-50. Selepas gol itu, pertandingan sempat terhenti sekitar sembilan menit akibat insiden yang melibatkan sang pencetak gol, sebelum akhirnya dilanjutkan kembali.
Vinícius nyaris menggandakan keunggulan. Dua peluang emasnya kembali dipatahkan Trubin melalui penyelamatan refleks yang menjaga Benfica tetap dalam persaingan. Di sisi lain, tuan rumah berusaha meningkatkan intensitas serangan pada sisa waktu pertandingan, namun rapatnya lini belakang Madrid membuat upaya penyama kedudukan tidak membuahkan hasil.
Kemenangan 1-0 membuat Madrid hanya membutuhkan hasil imbang pada leg kedua untuk memastikan tiket ke babak 16 besar. Sebaliknya, Benfica wajib menang dengan selisih minimal dua gol jika ingin membalikkan keadaan di Bernabeu.
Secara taktis, Madrid menunjukkan kedewasaan dalam mengelola tempo laga tandang. Efektivitas di lini depan serta ketenangan Courtois di bawah mistar menjadi faktor kunci. Benfica masih memiliki peluang, tetapi mereka dituntut tampil lebih klinis dan disiplin saat melawat ke Madrid.












