Di tengah santernya rumor penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) per 1 April 2026, pemerintah akhirnya membawa kabar lega. PT Pertamina (Persero) dipastikan menahan harga jual BBM, baik untuk jenis subsidi maupun non-subsidi.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menegaskan bahwa keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan kondisi masyarakat.
“Bapak Presiden selalu mengedepankan kepentingan rakyat di dalam mengambil sebuah keputusan. Oleh karena itu, Pertamina menyatakan belum akan melakukan penyesuaian harga BBM,” ujar Prasetyo di Jakarta, Selasa (31/3/2026).
Meski harga bahan bakar tidak jadi meroket, efisiensi konsumsi BBM tetap menjadi keharusan bagi setiap pemilik kendaraan. Selain ramah di kantong, gaya berkendara yang hemat juga berdampak positif pada keawetan komponen mesin.
Pakar keselamatan berkendara dari Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, membagikan sejumlah jurus jitu (kiat) agar konsumsi bensin kendaraan tidak boros. Berikut lima kebiasaan yang wajib diterapkan:
1. Sesuaikan Nilai Oktan (RON) dengan Spesifikasi Mesin
Jangan tergiur bensin murah atau sebaliknya, selalu mengisi bensin beroktan sangat tinggi tanpa melihat buku manual kendaraan. Sony menyarankan penggunaan BBM dengan nilai oktan yang pas dengan kompresi mesin agar proses pembakaran di ruang mesin terjadi secara optimal dan tidak membuang bahan bakar percuma.
2. Jangan Panaskan Mesin Terlalu Lama
Mitos memanaskan mesin hingga bermenit-menit sudah tidak relevan untuk mobil modern. “Pemanasan berlebihan justru meningkatkan konsumsi BBM tanpa memberikan manfaat signifikan pada performa kendaraan modern,” jelas Sony. Cukup panaskan mesin maksimal 1 menit sebelum mulai berjalan.
3. Jaga Putaran Mesin (RPM) Tetap Rendah
Karakter kaki kanan sangat menentukan seberapa sering Anda mampir ke SPBU. Bagi pengguna transmisi manual, disarankan memindahkan gigi (shifting) pada putaran mesin maksimal 2.000 RPM. Sementara untuk pengguna mobil matic, hindari kebiasaan menginjak gas terlalu dalam secara tiba-tiba (kickdown).
4. Halus Saat Akselerasi dan Deselerasi
Menginjak pedal gas secara mendadak (agresif) adalah musuh utama efisiensi BBM. Sony menyarankan pengendara untuk menginjak pedal gas secara halus dan menghindari pola mengemudi stop and go yang kasar.
5. Kurangi Ketergantungan pada Pedal Rem
Banyak BBM terbuang sia-sia saat momentum laju kendaraan dihentikan secara paksa oleh rem, lalu mobil harus kembali berakselerasi dari awal. Terapkan teknik antisipasi lalu lintas dan manfaatkan engine brake untuk mengurangi kecepatan secara perlahan tanpa harus terlalu sering menginjak pedal rem.













