Hantavirus Guncang Kapal Pesiar di Atlantik, 3 Penumpang Tewas

Ikhsan Medium.jpeg

Selasa, 5 Mei 2026 – 00:33 WIB

WHO konfirmasi kematian tiga penumpang di kapal pesiar MV Hondius akibat hantavirus. (Foto: AFP)

WHO konfirmasi kematian tiga penumpang di kapal pesiar MV Hondius akibat hantavirus. (Foto: AFP)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Kabar duka menyelimuti pelayaran di Samudra Atlantik. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi tiga orang meninggal dunia di atas kapal pesiar MV Hondius, dengan sedikitnya satu korban jiwa telah terkonfirmasi positif terinfeksi hantavirus.

Hingga saat ini, selain satu kasus yang sudah teruji laboratorium, terdapat lima kasus dugaan (suspect) tambahan. Dari total enam individu yang terpapar, tiga di antaranya mengembuskan napas terakhir, sementara satu pasien lainnya tengah berjuang di unit perawatan intensif (ICU) di Johannesburg, Afrika Selatan.

Dalam pernyataan resmi kepada Xinhua, yang dikutip Senin (4/5/2026), WHO menyatakan tengah turun tangan mendukung penanganan kejadian kesehatan masyarakat di kapal yang sedang berlayar di Samudra Atlantik tersebut. Penyelidikan mendalam, mulai dari uji laboratorium lanjutan hingga investigasi epidemiologis, sedang dilakukan secara maraton.

Investigasi Genom dan Penularan 

WHO menekankan bahwa proses pengurutan genom virus saat ini masih berlangsung untuk memahami karakteristik patogen yang menyerang penumpang. Meskipun infeksi hantavirus umumnya berasal dari paparan urine atau feses hewan pengerat, otoritas kesehatan tetap waspada tinggi.

“Meski tergolong langka, hantavirus dapat menular antarmanusia dan mengakibatkan penyakit pernapasan berat. Hal ini memerlukan pemantauan pasien serta respons yang sangat cermat,” tulis pernyataan resmi badan kesehatan dunia tersebut.

Sebagai langkah darurat, WHO memfasilitasi koordinasi antarnegara anggota dan operator kapal untuk evakuasi medis terhadap dua penumpang yang menunjukkan gejala. Penilaian risiko kesehatan masyarakat secara menyeluruh juga terus dilakukan guna melindungi ratusan penumpang dan awak kapal lainnya.

Kronologi di Balik MV Hondius 

Laporan sebelumnya dari Departemen Kesehatan Nasional Afrika Selatan menyebutkan bahwa kapal MV Hondius tengah menempuh perjalanan dari Ushuaia, Argentina, menuju Tanjung Verde. Namun, di tengah perjalanan, “penyakit pernapasan akut berat” menyerang secara tiba-tiba.

Tragedi ini menelan korban sepasang lansia serta satu orang lainnya. Saat ini, otoritas terkait masih memastikan seluruh prosedur kesehatan di atas kapal pesiar tersebut berjalan sesuai protokol internasional guna mencegah penyebaran lebih luas di tengah samudra.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang