Sejumlah kendaraan roda empat mengantre untuk memasuki kapal di Dermaga 2 Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten. (Foto: Antara/Muhammad Bagus Khoirunas)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Pergerakan arus mudik Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 di lintasan penyeberangan Jawa-Sumatera mulai menunjukkan grafik peningkatan. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat, pada periode H-3 atau Senin (22/12/2025), sebanyak 32.533 penumpang dan 7.131 unit kendaraan telah bertolak dari Pulau Jawa menuju Sumatera melalui tiga gerbang utama: Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara.
Meski angka tersebut terlihat masif, secara statistik rupanya terjadi penurunan cukup signifikan. Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu, jumlah penumpang merosot sekitar 26,7 persen, sementara volume kendaraan secara total anjlok hingga 31,2 persen.
Direktur Utama ASDP Heru Widodo menegaskan bahwa operasional di lapangan tetap disiagakan dengan standar pelayanan maksimal. Menurutnya, puncak arus berangkat diprediksi baru akan meledak pada Selasa (23/12/2025) malam hingga Rabu (24/12/2025).
“Kami terus berkoordinasi secara intens dengan BPTD selaku regulator dan operator kapal untuk memastikan jadwal berjalan optimal. Fokus kami adalah memastikan fasilitas pelabuhan siap menyerap lonjakan trafik agar tidak terjadi penumpukan yang berarti,” ujar Heru di sela pantauan Posko Nataru.
Strategi Menghalau Antrean: Delaying System dan Tiket Online
Belajar dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, ASDP bersama kepolisian tetap menerapkan skema delaying system. Kendaraan diarahkan ke sejumlah buffer zone di Rest Area KM 43 dan KM 68 Tol Tangerang-Merak sebelum diizinkan masuk ke area pelabuhan. Langkah ini terbukti efektif menjaga ritme arus lalu lintas agar tidak terjadi bottle neck di mulut dermaga.
Heru juga kembali mewanti-wanti pengguna jasa untuk tidak ‘nekat’ datang tanpa tiket. Budaya ferizy atau pembelian tiket daring sebelum tiba di pelabuhan menjadi kunci kelancaran.
“Pastikan sudah bertiket sebelum berangkat. Datanglah sesuai jadwal yang tertera agar sirkulasi di kantong parkir tetap terjaga,” tegasnya.
Rincian Data: Penumpang dan Kendaraan Kompak Turun
Menelisik data teknis pada H-3, terdapat 117 trip kapal yang melayani penyeberangan dari Jawa. Penurunan tren terlihat merata di semua lini:
- Kendaraan Roda Dua: 799 unit (turun 48,9 persen)
- Kendaraan Roda Empat: 3.745 unit (turun 27,8 persen)
- Truk Logistik: 2.197 unit (turun 30,9 persen)
- Bus Penumpang: 390 unit (turun 12,6 persen)
Secara kumulatif sejak H-10 hingga H-3, total penumpang yang menyeberang ke Sumatera mencapai 271.994 orang, relatif stabil dengan penurunan tipis 0,4 persen dibandingkan tahun lalu.
Kondisi Sebaliknya di Bakauheni
Sementara itu, arus dari arah Sumatera menuju Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni juga menunjukkan tren serupa. Pada H-3, tercatat 34.481 orang menyeberang ke Jawa dengan total 7.547 unit kendaraan.
Meski angka harian turun, secara kumulatif sejak H-10, jumlah kendaraan dari Sumatera ke Jawa justru mencatatkan kenaikan tipis sebesar 1,3 persen dengan total 61.635 unit.
Demi kenyamanan pemudik, ASDP telah memperkuat fasilitas pendukung di lapangan, mulai dari layanan Express II, layanan pelanggan 24 jam, hingga penambahan toilet portable dan optimalisasi penerangan di seluruh area pelabuhan.














