Gasperini Akui AS Roma “Kehabisan Bensin” Saat Ditekuk Napoli 0-1

Ibnu Medium.jpeg

Senin, 1 Desember 2025 – 05:21 WIB

Gian Piero Gasperini, Pelatih Kepala AS Roma, mengamati sebelum pertandingan Serie A antara AS Roma dan Bologna FC 1909 di Stadio Olimpico pada 23 Agustus 2025 di Roma, Italia. (Foto: Paolo Bruno/Getty Images)

Gian Piero Gasperini, Pelatih Kepala AS Roma, mengamati sebelum pertandingan Serie A antara AS Roma dan Bologna FC 1909 di Stadio Olimpico pada 23 Agustus 2025 di Roma, Italia. (Foto: Paolo Bruno/Getty Images)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Pelatih AS Roma, Gian Piero Gasperini, secara terbuka mengakui timnya melakukan kesalahan fatal yang berujung pada kekalahan 0-1 dari Napoli dalam laga big match Serie A di Stadio Olimpico, Minggu (30/11).

Gasperini, yang terpaksa menonton laga dari tribun akibat sanksi larangan mendampingi tim, menilai skuad Giallorossi gagal menampilkan permainan terbaik mereka dan kehilangan keseimbangan di momen krusial.

Gol Kontroversial dan Pertahanan yang “Lengah”

Gol tunggal kemenangan Napoli yang dicetak David Neres lahir dari serangan balik cepat usai insiden tekel Amir Rrahmani terhadap Manu Koné yang dianggap bersih oleh wasit. Meski sempat terlihat berang saat insiden terjadi, Gasperini lebih memilih menyoroti respons buruk lini pertahanannya daripada menyalahkan wasit.

“Insiden seperti itu bisa dilihat dari banyak sudut pandang. Saya tidak bilang itu (tekel) sangat jelas bersih, karena pemain lawan mengangkat kaki setelah menyentuh bola dan mengenai kaki Koné,” ujar Gasperini kepada DAZN Italia.

“Namun bagaimanapun juga, posisi kami sangat tidak seimbang dalam situasi itu. (Mario) Hermoso dan (Gianluca) Mancini keluar dari posisi, begitu juga para bek sayap. Itu adalah kesalahan kami sendiri yang seharusnya tidak boleh terjadi,” tegasnya.

Gasperini menyesalkan bahwa satu-satunya momen di mana timnya lengah mengantisipasi serangan balik justru menjadi penentu kekalahan.

Kelelahan Pasca-Eropa

Selain kesalahan taktis, Gasperini mengakui faktor kelelahan menjadi penyebab utama Roma tampil di bawah standar. Laga berat di Liga Europa melawan Midtjylland pada Kamis sebelumnya dinilai menguras energi Paulo Dybala dan kawan-kawan.

“Napoli juga punya sedikit peluang. Yang mengecewakan kami adalah kami tidak memiliki energi yang tepat. Kami membayar harga mahal untuk laga hari Kamis, kami tidak punya kecepatan dan aliran bola yang cukup cepat,” jelas eks pelatih Atalanta tersebut.

Kutukan “Big Match” 1-0

Kekalahan ini memperpanjang tren negatif Roma saat bertemu tim raksasa musim ini. Serigala Ibu Kota tercatat selalu kalah dengan skor identik 0-1 saat menghadapi Inter Milan, AC Milan, dan kini Napoli. Tiga dari kekalahan tersebut bahkan terjadi di kandang sendiri.

Meski demikian, Gasperini menolak mengubah filosofi menyerangnya menjadi defensif (parkir bus) hanya untuk menghindari serangan balik.

“Kami memasuki laga ini sebagai pemuncak klasemen Serie A karena gaya sepak bola kami. Tentu harus ada keseimbangan, tapi kami tidak melakukannya pada momen gol itu,” pungkasnya.

Kekalahan ini membuat Roma harus rela turun tahta dari puncak klasemen di tengah persaingan Scudetto yang sangat ketat, di mana empat tim teratas kini hanya terpaut satu poin.

Topik
Komentar