Megabintang Argentina yang kini bermain untuk klub MLS, Inter Miami, Lionel Messi. (Foto: Instagram/@intermiamicf)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Penyerang andalan Inter Miami, Lionel Messi, kembali menempati posisi puncak sebagai pemain dengan bayaran tertinggi di kompetisi Major League Soccer (MLS) untuk tahun ketiga secara beruntun.
Musim ini, megabintang asal Argentina tersebut tercatat menerima kenaikan gaji yang sangat signifikan.
Berdasarkan data resmi yang dirilis oleh Asosiasi Pemain MLS (MLSPA), total kompensasi yang dijamin (gaji pokok beserta bonus yang terjamin) untuk Messi pada musim ini mencapai angka $28,33 juta (sekitar Rp496 miliar).
Angka ini melonjak tajam dibandingkan pendapatannya pada tahun 2025 yang berada di angka $20,45 juta.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, nominal tersebut hanya mencerminkan porsi kompensasi bermain Messi dari pihak klub. Sebelumnya, pada bulan Oktober lalu, Messi telah menandatangani perpanjangan kontrak yang mengikatnya hingga akhir musim kompetisi 2028.
Pemilik Inter Miami, Jorge Mas, pada bulan Maret lalu mengungkapkan kepada Bloomberg bahwa total pendapatan Messi secara keseluruhan (termasuk kesepakatan komersial) berkisar antara $70 juta hingga $80 juta per tahun. Messi juga diproyeksikan akan mengakuisisi saham kepemilikan klub setelah ia pensiun dari lapangan hijau.
Daftar Pemain Berpenghasilan Tertinggi di MLS
Di bawah Messi, penyerang LAFC, Son Heung-min, menempati peringkat kedua dengan total kompensasi yang dijamin sebesar $11,15 juta. Posisi ketiga ditempati oleh rekan setim Messi di Inter Miami, Rodrigo De Paul, yang mengantongi $9,6 juta.
Menariknya, penyerang San Diego FC, Hirving “Chucky” Lozano, berada di posisi keempat dengan bayaran $9,33 juta, meskipun ia tengah dibekukan dari skuad dan belum bermain satu menit pun musim ini. Pemain sayap Atlanta United, Miguel Almiron, melengkapi posisi lima besar dengan pendapatan $7,87 juta.
Inter Miami Dominasi Pengeluaran Klub
Inter Miami terus mendominasi kompetisi dalam hal total pengeluaran kompensasi pemain per tim. Skuad berjuluk The Herons tersebut mencatatkan total tagihan gaji sebesar $54,57 juta. Angka ini $7,7 juta lebih besar dari rekor liga yang mereka ciptakan sendiri pada waktu yang sama tahun lalu.
Total pengeluaran Inter Miami ini bahkan lebih dari dua kali lipat tagihan gaji mayoritas tim di MLS. Posisi kedua ditempati oleh LAFC dengan pengeluaran $32,65 juta, disusul Atlanta United ($27,88 juta), LA Galaxy ($26,43 juta), dan Vancouver Whitecaps ($24,56 juta).
Sebaliknya, sang juara bertahan Supporters’ Shield, Philadelphia Union, menjadi klub dengan pengeluaran paling irit di liga dengan total hanya $11,70 juta, disusul oleh Sporting Kansas City ($12,36 juta) dan CF Montreal ($13,42 juta).
Peningkatan Rata-rata Gaji di MLS
MLSPA juga mencatat bahwa rata-rata kompensasi yang dijamin untuk seluruh pemain MLS kini menyentuh angka $688,816, naik 6,1% dari musim semi tahun lalu. Sementara itu, nilai median gaji mengalami kenaikan 3,6% menjadi $352,104. Secara keseluruhan, terdapat 133 pemain di MLS yang memiliki jaminan kompensasi setidaknya $1 juta, meningkat tipis dari 131 pemain pada tahun sebelumnya.
Saat ini, MLS dan MLSPA tengah memasuki tahun keenam dari Perjanjian Kerja Bersama (CBA) yang disepakati pada Februari 2021. CBA yang berlaku saat ini akan berakhir pada penutupan musim 2027. Namun, dengan rencana MLS untuk beralih ke kalender kompetisi musim panas/musim semi mulai tahun depan—termasuk pemberlakuan “musim sprint” pada paruh pertama 2027—syarat dan ketentuan dalam CBA tersebut berpotensi mengalami penyesuaian.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.












