Peresmian hasil pemugaran Makam Ki Mauk oleh Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid didampingi Direktur Estate Management CSR PIK2 Restu Mahesa, serta sejumlah kepala dinas kabupaten hingga perangkat Desa Mauk Barat, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, Minggu (17/5/2026). (Foto: Inilah.com/Harris Muda).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Makam Ki Mauk di Desa Mauk Barat, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten yang sebelumnya berada dalam kondisi memprihatinkan kini selesai dipugar melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) PIK2.
Peresmian hasil pemugaran dilakukan langsung oleh Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid pada Minggu (17/5/2026). Ia didampingi Direktur Estate Management CSR PIK2 Restu Mahesa, sejumlah kepala dinas kabupaten, hingga perangkat desa.
“Saya kira, terima kasih. Maka dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, penataan makam, pembangunan pendopo Ki Mauk, dan relokasi rumah di sekitar kawasan makam, saya nyatakan diresmikan,” kata Maesyal dalam sambutannya.
Dalam kesempatan itu, Maesyal juga menyampaikan apresiasi kepada CSR PIK2 yang telah membantu proses pemugaran makam keramat Ki Mauk sekaligus relokasi tiga warga yang sebelumnya menempati rumah di atas area makam.
“Terima kasih yang telah membantu menata ini termasuk PIK2 ya. Pak Restu terima kasih ya, ini sudah dibantu bersama-sama kolaborasi dengan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan warga masyarakat setempat,” tuturnya.
Sebelum direnovasi, makam yang telah ditetapkan sebagai situs cagar budaya tersebut berada di tengah permukiman padat penduduk. Lokasinya diapit tembok dan jalan perkampungan sehingga area makam terlihat sempit dan kurang tertata.
Tak hanya memugar area makam, PIK2 juga merelokasi sekaligus merehabilitasi tiga rumah warga yang sebelumnya berdiri di sekitar titik makam Ki Mauk. Kini, ketiga rumah tersebut telah dipindahkan ke lokasi yang tidak jauh dari kawasan makam.
Program ini dijalankan sebagai bentuk komitmen CSR PIK2 dalam menjaga nilai sejarah, budaya, serta penghormatan terhadap tokoh leluhur daerah.
Ki Mauk dikenal sebagai salah satu pejuang era penjajahan Belanda, yang berasal dari Kecamatan Mauk. Makamnya memiliki nilai historis bagi masyarakat setempat. Menjadi pengingat bagi generasi muda untuk tak melupakan jasa para pahlawan yang gugur demi kemerdekaan Indonesia.
Sebagai bentuk penghormatan, makam Ki Mauk sering diziarahi masyarakat setempat dan ditetapkan sebagai situs sejarah lokal.
Pemugaran ini tak hanya berfokus pada perbaikan fisik, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat identitas lokal, meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap situs bersejarah, serta menjaga nilai kebersamaan warga sekitar.
Peresmian tersebut diharapkan menjadi momentum kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, tokoh masyarakat, dan warga dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya lokal.
Melalui program itu, CSR PIK2 menegaskan komitmennya untuk terus hadir di bidang sosial, ekonomi, lingkungan, sekaligus mendukung pelestarian budaya sebagai bagian dari pembangunan masyarakat berkelanjutan.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.













