Dompet Dhuafa Dorong Kurban Berbasis Ekonomi Hijau di Green Jobs Fest 2026

Ibnu Medium.jpeg

Senin, 27 April 2026 – 16:52 WIB

Green Jobs Fest 2026 di Cibis Park, Jakarta Selatan, Sabtu (25/4/2026). (Foto: Dompet Dhuafa)

Green Jobs Fest 2026 di Cibis Park, Jakarta Selatan, Sabtu (25/4/2026). (Foto: Dompet Dhuafa)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Dompet Dhuafa menegaskan bahwa ibadah kurban dapat menjadi bagian dari solusi krisis iklim melalui pendekatan ekonomi hijau. Gagasan ini disampaikan dalam partisipasi pada ajang Green Jobs Fest 2026 di Cibis Park, Jakarta Selatan, Sabtu (25/4/2026).

Dalam sesi talkshow “Green Talks”, Ketua Kurban Dompet Dhuafa 2026 Ali Bastoni menjelaskan bahwa program Tebar Hewan Kurban (THK) tidak hanya berorientasi pada ibadah, tetapi juga memiliki dimensi ekonomi dan lingkungan.

“Di Dompet Dhuafa, kami melihat kurban sebagai siklus ekonomi yang kompleks. Dalam konteks ekonomi hijau ada aspek nutrisi, spiritual, hingga pengelolaan limbah yang harus dipikirkan dampak ekologinya,” ujarnya.

Menurut Ali, program THK yang telah berjalan sejak 1994 berperan dalam memberdayakan peternak kecil agar lebih mandiri dan berdaya saing. Di sisi lain, pengelolaan limbah menjadi perhatian utama untuk menekan dampak lingkungan, termasuk emisi metana dari peternakan.

Melalui kemitraan dengan DD Farm, limbah peternakan diolah menjadi pupuk organik. “Jika tidak dikelola, limbah memiliki efek samping seperti gas metana. Karena itu kami menginisiasi pengelolaan limbah agar tidak mencemari lingkungan,” jelasnya.

Inovasi juga dilakukan di sisi distribusi. Dompet Dhuafa mulai mengganti kantong plastik dengan bahan ramah lingkungan seperti daun jati dan wadah rotan dalam penyaluran daging kurban di wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal). Langkah ini sekaligus memberdayakan pengrajin lokal dan mengurangi sampah plastik.

Ali menekankan pentingnya pendekatan berkelanjutan dalam pemberdayaan. “Membantu itu satu hal, tapi membuat mereka mandiri dan melakukan pendampingan berkelanjutan adalah hal lain yang menciptakan dampak lebih besar,” katanya.

Selain itu, diskusi juga menyoroti kebutuhan penguatan kapasitas sumber daya manusia di sektor ekonomi hijau. Manager Strategic Partnerships Krealogi, Wilda Romadona, menekankan pentingnya soft skill seperti komunikasi, manajemen pemangku kepentingan, dan kemampuan analisis, khususnya bagi generasi muda.

Partisipasi Dompet Dhuafa dalam acara yang digagas oleh Coaction Indonesia, Seasoldier, dan Cibis Park menunjukkan bahwa sektor filantropi dapat berperan dalam menciptakan lapangan kerja ramah lingkungan, sekaligus memperkuat ekonomi berbasis komunitas.

Melalui pendekatan ini, kurban tidak hanya dimaknai sebagai ibadah, tetapi juga sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan solusi berkelanjutan bagi masyarakat.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang