Dirut PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota berfoto bersama Direktur PT Tata Motors Distribusi Indonesia. Agrinas sepakat mengimpor 105.000 unit pikap dan truk dari India untuk Koperasi Desa Merah Putih. [Foto: Tata Motors]
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, menyatakan pihaknya siap menunda rencana impor mobil pikap dari India untuk operasional program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Pernyataan ini disampaikan menyusul pesan dari Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, yang meminta agar pemerintah menunda sementara rencana pengadaan 105.000 unit kendaraan tersebut.
”Dari DPR bilang apa kami ikut, pemerintah bilang apa kami ikut. Pokoknya kami taat, setia, loyal kepada negara dan rakyat,” kata Joao ketika dihubungi wartawan di Jakarta, Senin (23/2/2026).
Rencana impor mobil ini pertama kali diumumkan oleh perusahaan otomotif India, Mahindra and Mahindra Ltd. (M&M), melalui laman resmi mereka pada 4 Februari 2026. Dalam pengumuman itu, M&M menyebut akan memasok 35.000 unit pikap Scorpio.
Kemudian, pada 20 Februari 2026, Joao mengonfirmasi kepada media domestik bahwa Agrinas akan mengimpor total 105.000 unit kendaraan dari India. Rinciannya terdiri atas 35.000 unit pikap 4×4 dari M&M, 35.000 unit pikap 4×4, dan 35.000 unit truk roda enam dari Tata Motors.
Menanggapi rencana impor tersebut, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menekankan kemampuan industri otomotif nasional dalam memproduksi kendaraan pikap secara mandiri. Produksi dalam negeri, menurut dia, tidak hanya menunjukkan kemandirian industri, tetapi juga memberi nilai tambah ekonomi yang signifikan.
“Apabila pengadaan kendaraan pikap 4×2 sebanyak 70.000 unit dipenuhi dari produksi dalam negeri, maka akan memberikan dampak ekonomi ke belakang (backward linkage) sekitar Rp27 triliun,” ujar Agus dalam pernyataan yang dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (19/2/2026).
Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menyatakan dirinya telah menyampaikan pesan agar pemerintah menunda sementara rencana impor tersebut. Penundaan, menurut dia, penting karena Presiden Prabowo Subianto saat ini tengah melakukan kunjungan kerja ke luar negeri dan akan membahas detail rencana impor.
Dasco menambahkan, Presiden juga akan menilai kesiapan perusahaan dalam negeri sebelum memutuskan langkah selanjutnya.
“Sehingga kami sudah menyampaikan pesan untuk ditunda dulu. Demikian,” kata Dasco di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (23/2/2026).










