Diding Boneng Terpukul, Rumah Warisan Kakek-Nenek Berusia Seabad Ambruk

Haris Medium.jpeg

Selasa, 30 Desember 2025 – 20:45 WIB

Aktor senior Diding Boneng alias Zainal Abidin. (Foto: inilah.com/Harris muda)

Aktor senior Diding Boneng alias Zainal Abidin. (Foto: inilah.com/Harris muda)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Aktor senior Diding Boneng alias Zainal Abidin tak mampu menyembunyikan kesedihannya setelah rumah yang telah ditinggalinya selama puluhan tahun di kawasan Matraman Dalam, Jakarta Pusat, ambruk.

Rumah tersebut bukan sekadar tempat tinggal, melainkan bangunan warisan keluarga yang menyimpan sejarah panjang lintas generasi. Bangunan itu disebut telah berdiri jauh sebelum Diding lahir dan dibangun oleh kakek serta neneknya.

Ditemui di lokasi kejadian, Selasa (30/12/2025) petang, Diding mengatakan rumah itu sudah ada sejak orang tuanya masih muda.

“Ini dibangun kakek-nenek saya. Tahun berapanya saya juga tidak tahu. Waktu orang tua saya masih muda sampai saya lahir, rumah ini sudah ada,” ujar Diding kepada Inilah.com.

Ia memperkirakan usia bangunan tersebut bahkan lebih tua dari usianya yang kini menginjak 75 tahun. Menurutnya, rumah itu kemungkinan telah berumur sekitar satu abad.

“Kalau saya sekarang 75 tahun, mungkin rumah ini sudah 80 tahun atau bisa jadi 100 tahun. Ayah saya waktu masih muda sudah tinggal di sini,” tuturnya.

Bagi pria yang akrab disapa Bang Boneng itu, rumah tersebut menyimpan memori perjalanan hidup keluarganya dari satu generasi ke generasi berikutnya. Meski kerap meninggalkan rumah untuk menjalani profesinya sebagai aktor, tempat itu selalu menjadi tujuan pulang utama.

“Sedih, karena rumah ini bukan cuma warisan keluarga dari kakek-nenek, tapi juga penuh kenangan. Dari saya masih bersama kakek-nenek, orang tua, sampai saya memimpin keluarga,” kata pemeran film Warkop DKI tersebut.

Ia menyebut setiap sudut rumah menyimpan peristiwa keseharian yang sulit dilupakan.

“Banyak sekali kenangan, peristiwa rumah tangga, hal-hal sederhana yang sebenarnya sayang kalau harus hilang,” ujarnya.

Namun, kondisi bangunan yang kini hancur membuat kenangan tersebut tak lagi bisa dipertahankan.

“Kalau sudah seperti ini mau bagaimana lagi? Mau dibangun ulang pun tidak akan sama kenangannya. Ruangan-ruangan yang dulu penuh cerita sekarang hilang,” tutur Diding dengan nada berat.

Terkait penyebab ambruknya rumah, Diding mengaku tidak melihat tanda-tanda mencolok sebelumnya. Meski begitu, anaknya sempat mendengar suara retakan sesaat sebelum bangunan rubuh.

“Sempat terdengar bunyi retak. Ada sembilan orang di dalam rumah waktu itu, dan semuanya langsung keluar menyelamatkan diri,” katanya.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.